Loading...

Alat Pembuat Lontong Rp6.000* Per Set

Nasi, adalah makanan pokok masyarakat Indonesia. Tak hanya disajikan begitu saja, nasi ternyata juga banyak dikreasikan. Antara lain dengan cara dibalut dengan daun kelapa menjadi ketupat. Kemudian dibungkus dengan daun pisang menjadi Lontong. Ada lagi yang disebut sebagai Lemang. Namun tidak semua tahu tentang perbedaa diatara ketiganya.

Artikel dibawah ini akan membahas mengenai ciri khas dari ketupat, lemang dan lontong sebagai berikut: 

 

1. KETUPAT

Pada buku Gastronomi Indonesia Jilid 1, karya Prof. Dr. Ir. Murdijati-Gardjito, Retno Indrati, Andreas Maryoto, dan Nurullia Nur Utami, diterangkan mengenai ketupat, sebagai salah satu teknik pemasakan nasi dengan cara dibungkus dengan anyaman daun kelapa yang masih muda dan dibentuk menjadi delapan sudut. Anyaman daun kelapa tersebut dberi celah  untuk memasukkan beras hingga 3/4 bagiannya.

Kemudian dimasak dengan cara direbus. Caranya, masukkan ketupat saat air sudah mendidih, dan semua ketupat harus terendam, tidak boleh ada bagian yang menyembul di atas air agar tidak lembek dan hancur. Proses perebusan ini harus cukup lama, sekitar 3-5 jam, Makin lama makin bagus hasilnya, karena tidak akan terlihat butir-butiran nasinya.

 

2. LEMANG 

Berbeda dengan ketupat yang dimasak didalam panci, lemang dimasak dengan teknik yang disebut sebagai "melemang", menggunakan bilah bambu. Proses pematangan lemang juga lebih lama daripada ketupat, yakni sekitar 5-7 jam. Cara memasaknya, siapkan bilah bambu, lapisi dengan daun pisang, kemudian diisi dengan beras dan dimatangkan dengan cara dibakar.

Agar tidak gosong, bilah bambu tersebut harus dalam posisi tegak. Dan harus dibolak-balik hingga lemang matang dengan merata. Jika ingin dikonsumsi, nasi lemang harus didinginkan terlebih dahulu. Kemudian dikeluarkan dari dalam bambu, dan dipotong kecil-kecil agar mudah menyantapnya.

 

3. LONTONG

Tampilan lontong mirip dengan lemang, tapi berbeda ukuran umumnya lebih kecil hingga dapat disantap sendirian saja. Isinya juga nasi yang dipadatkan dan dibalut dengan daun pisang.  Tekstur dari lontong adalah kenyal namun lembut saat dikunyah. Lontong juga tahan lama, bisa bertahan hingga dua hari jika disimpan didalam lemari pendingin.

Cara membuatnya adalah dengan mencetak daun pisang menjadi bentuk silinder. Kemudian salah satu ujungnya di"kunci" dengan lidi. Sementara sisi lainnya diisi beras hingga memenuhi sepertiga bagian daun, kemudian ditutup lagi dengan lidi.  

Cara memasaknya lebih mudah bila dibandingkan ketupat maupun lemang. Lontong yang sudah diisi beras, direbus dalam air mendidih yang biasanya diberi sedikit garam. Jika sudah matang, maka lontong hanya perlu dipotong kecil-kecil kemudian disajikan sesuai selera.  

 

Bagi anda yang tidak mau repot, kini tersedia alat pembuat lontong (cetakan lontong) yang praktis dan mudah digunakan. Anda hanya perlu menyiapkan 

 

Bahan:

  1. Daun pisang kepok/klutuk yg tidak terlalu tua, sesuai ukuran cetakan lontong yaitu sekitar 15 cm (lebih sedikit beberapa cm dr ukuran cetakan).
  2. Beras kualitas baik, rendam dalam air dingin selama 1 jam atau lebih.
  3. 1 lembar daun pandan.
  4. Air panas dan dingin secukupnya.

 

Cara membuat:

  • Ambil satu lembar daun pisang, bentuk menjadi menyerupai silinder/pipa dan masukkan kedalam cetakan, jangan lupa tutup dan kunci bagian bawah nya. Daun pisang akan membuat lontong ber-aroma wangi yang khas.
  • Isi dengan beras yang sudah direndam dan tiris, dengan jumlah takaran setengah(1/2) gulungan.
  • Tutup dan kunci bagian atas nya.
  • Masukkan bakal lontong kedalam panci dengan posisi berdiri.
  • Tambahkan air dingin sampai bakal lontong terendam dengan air seluruhnya.
  • Masukkan daun pandan.
  • Rebus dengan api sedang selama 2 jam
  • Tambahkan air panas sampai lontong terendam kembali seluruhnya.
  • Setelah matang, angkat dan ditiriskan dengan posisi berdiri dan diangin-anginkan supaya dingin. Jika sudah agak dingin, keluarkan dari cetakan. Si lontong jadi seragam semua ukurannya.

Alat pembuat lontong ini menggunakan bahan alumunium, dengan ukuran panjang tabung 15 cm dan diameter 4 cm.

Dapatkan Cetakan Lontong/ Alat Pembuat Cetak Lontong harga murah, dengan KLIK->  Kobucca Shop

Sate Maranggi Duniasapi, Kelezatan Kuliner Warisan Leluhur

Kota Bogor identik dengan sebutan kota hujan. Terletak di kaki Gunung Gede dan Gunung Salak membuat kawasan ini memang sering dilanda hujan orografi (hujan yang terjadi di daerah pegunungan). Angin laut dari Laut Jawa yang membawa banyak uap air masuk ke pedalaman dan naik secara mendadak di wilayah Bogor sehingga uap air langsung terkondensasi dan menjadi hujan.