Asli Bantul, Kontol Kejepit alias Tolpit Bikin Nagih

Membicarakan Yogyakarta memang tak ada habisnya. Menyandang gelar sebagai daerah istimewa, nyatanya Yogyakarta benar-benar memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Khazanah budayanya bukan saja soal tari-tarian, tembang, atau kesenian lainnya, melainkan juga soal kulinernya. Memiliki 4 kabupaten dan 1 kota madya, Jogja kaya akan beragam makanan yang endes banget—meminjam bahasa alay anak jaman now.

Bakpia, gethuk, gudeg, oseng mercon, yangko mungkin sudah sangat familiar ditelinga Anda. Namun, pernahkah Anda mendengar kuliner nyleneh asal Bantul satu ini?! Namanya adalah Kontol Kejepit atau sering disingkat Tolpit. Bagi yang sudah merasakan akan mengatakan kalau rasanya nagih. 

Etzzzzz.. Namun, Anda jangan langsung berpikiran buruk ya. Meski namanya vulgar, tetapi ketahuilah jika nama yang baru saja disebut adalah sebuah hidangan yang lezat, cocok dijadikan teman ngopi maupun ngeteh kala pagi maupun sore hari. 

Lalu, apa sebenarnya Kontol Kejepit alias Tolpit itu?

Aslinya, makanan ini bernama Adrem. Makanan ini sebenarnya adalah jajanan lawas. Seiring berjalannya waktu, Adrem pun mulai dilupakan anak-anak muda dan masyarakat modern. Namun, seiring berkembangnya media sosial, unggahan kuliner dengan nama unik itu telah membuat nama Tolpit kembali naik daun. Soal alasan disebut Tolpit, adalah agar terlihat lebih sopan daripada menyebut dengan nama vulgarnya, Kontol Kejepit. Pemberian nama yang saru itu, tak lain dilandasi bentuk makanan itu yang mirip dengan skrotum yang terjepit sesuatu. 

Beranjak dari asal-usul namanya, kita lanjutkan penelusuran ke soal bahan-bahannya. Tolpit dibuat dari campuran tepung beras, parutan kelapan, gula jawa dan juga vanili. Adonan itu dicampur dan kemudian digoreng dengan jepitan agar terlihat terjepit alias kejepit. Rasa dari Tolpit sendiri gurih dan manis. Bagi Anda yang belum pernah merasakannya, mungkin bisa membandingkan dengan rasa kue cucur. Ya, rasanya sangat mirip kue cucur yang mudah dijumpai di banyak tempat di Indonesia.

Mengetahui bahan-bahannya yang sederhana dan mudah diperoleh, sebenarnya Anda pun bisa membuatnya sendiri di rumah. Namun, jika ingin tetap merasakan sensasi akan Tolpit langsung dari kampung halamannya, tak ada salahnya juga jika Anda singgah ke Sanden, Bantul saat ke Jogja kelak. Sebagai tempat asal Tolpit, di kecamatan ini Anda dengan mudah bisa menemukan kue Tolpit. Umumnya, jajanan satu ini banyak ditawarkan di pasar-pasar tradisional. Beberapa pasar yang bisa Anda tuju untuk mendapatkan Tolpit, antara lain adalah Pasar Sanden, Pasar Celep Srigading Bantul, Pasar Bantul, juga Pasar Kota Gede. 

Saat membeli Tolpit, ada beberapa tips agar bisa memastikan rasanya sebelum mencobanya.

Pertama, Anda harus jeli melihat warnanya. Tolpit yang enak biasanya berwarna cokelat kehitaman. Warna tersebut diperoleh dari perpaduan kematangan yang sempurna antara tepung beras dan gula jawa. 

Kedua, pastikan untuk tidak terkecoh soal harga.

Sebagai wisatawan Anda harus mengetahui jika Tolpit ini adalah kue tradisonoal yang murah meriah. Harga per bijinya berkisar Rp 800-Rp 1.000 saja. Bisa jadi lebih, tetapi kisarannya tak akan jauh-jauh dari angka tersebut. Apabila sudah dikemasi plastik dan terdiri dari beberapa biji, harganya pun berkisar Rp 5.000-an saja. Oleh karena itu, dengan mengetahui harga umumnya, Anda tak akan tertipu dengan harga mahal saat membelinya. 

Nah, demikian sekilas pembahasan soal jajanan khas Bantul, bernama Kontol Kejepit alias Tolpit yang meski namanya terdengar aneh di telinga, tetapi rasanya menggugah selera.

Gudeg Basah Atau Kering Ternyata Sama Enaknya

Gudeg adalah hidangan khas yang sangat populer di Jawa, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakat di Indonesia seringkali menyebut semua jenis gudeg sebagai gudeg jogja. Pada kenyataannya, ada beberapa varian gudeg yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Baca selengkapnya.....

Why Are There No Traditional Fried Foods in This Area?

Indonesia is rich in culture and you can see it in different cities, regions, provinces and islands in thi country. Along with that, you might see and taste different typical food in Indonesia with its own characteristic. Many tourists said that Indonesian people love fried meals and most of them are fried but in Papua, it is hard to find fried meal and perhaps, you are not going to eat fried meals at all during your stay in that beautiful island and you have to know the reasons. Baca selengkapnya.....

Kopi Bubuk Cap Kacamata, Legenda Kota Bogor

Istilah Kopi konon diambil dari kata “kopen” dalam bahasa Jawa, yang artinya merawat, menjaga, dan memelihara secara hati-hati. Istilah ini menjadi pedoman untuk menumbuhkan kopi berkualitas dari segi rasa dan aroma. Bagi sebagian masyarakat di tanah air, kopi bukan sekadar minuman, tapi sumber kehidupan. Mereka mendedikasikan hidupnya pada kopi, agar dapur terus mengepul dan anak-anak bisa bersekolah. Baca selengkapnya.....

Sambal dan Jeruk Limau Pada Makanan Ini, Adalah Rahasia Kesegaran Soto Mie Bogor

Soto! Ya, kuliner berkuah satu ini memang khas Indonesia. Hampir setiap wilayah di negeri ini memiliki olahan soto. Demikian pula dengan Bogor yang memiliki olahan soto unik bernama Soto Mie Bogor. Makanan asli Kota Hujan ini merupakan menu yang bukan saja mengenyangkan, melainkan juga menyehatkan. Baca selengkapnya.....