Disebut Risih, Dicicip Enak: Inilah Uniknya Kue Kontol Sapi Khas Cilegon

Membicarakan soal kuliner, Indonesia memang sangat kaya. Dari ujung barat di Sabang, Aceh hingga ujung timur di Merauke, Papua, dari ujung utara di Miangas, Sulawesi Utara hingga Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur (NTT), masing-masing memiliki kuliner tradisional. Demikian pula dengan Kabupaten Cilegon yang memiliki makanan unik namanya. Disebut memang cukup risih, terlebih jika wanita yang menyebutnya, ketika dicicip ternyata enaknya bikin nagih.

Nama makanan dimaksud tak lain adalah Kontol Sapi. Ya, mungkin Anda akan terperanjat mendengar namanya. Harap tenang, makanan dengan nama unik sama sekali tak berkaitan dengan ‘anu-nya’ sapi. Lantas, apa itu Kue Kontol  Sapi? Berikut ulasan selengkapnya tentang kue khas Cilegon itu. 

Meski dinamakan Kontol Sapi, tetapi makanan satu ini sama sekali tak menggunakan bahan dari sapi sedikitpun. Sebaliknya, makanan ini tak lain adalah kue yang terbuat dari ketan, gula pasir dan kelapa saja. Mengetahui bahannya, sama sekali tak ada yang aneh bukan?! 

Namun, begitulah masyarakat selalu memiliki sebutan untuk untuk makanan-makanan tradisional. Untuk membuat Kue Kontol Sapi pun juga tak sulit. Bahan-bahan yang sudah disediakan tersebut dibuat adonan kemudian digoreng dan dilumuri cairan gula pasir hingga kemudian mengental dan kering. 

Kue ini pun dijual bijian biasanya di pasar-pasar tradisional di Cilegon. Harganya pun murah meriah berkisar mulai Rp500 saja. Apabila Anda kebetulan bertandang ke Cilegon, datanglah saja ke Pasar Kelapa yang dipastikan menjual kue ini. 

Sebagai informasi, pasar ini cukup terkenal di Cilegon. Hal ini lantaran pasar tersebut memiliki sejarah penting dalam perkembangan perekonomian rakyat setempat. Awalnya, pasar ini hanya digunakan sebagai tempat menampung para penjual hasil bumi, termasuk juga buah-buahan dari para petani dan pekebun di Cilegon. Namun, kemajuan zaman membuat Pasar Kelapa juga terus mengalami perkembangan. Produk yang dijual tak lagi terbatas pada hasil bumi dan kebun warga setempat, tetapi juga berbagai kebutuhan lain ‘masyarakat’ modern. Pemerintah daerah setempat juga sudah memoles pasar ini menjadi lebih apik dibandingkan kondisi awalnya. 

Tak jauh berbeda dengan berbagai pasar tradisional yang ada di tempat lain di Indonesia, Pasar Kelapa juga dipenuhi dengan berbagai deretan kios. Kios-kios itu berisi beragam dagangan, mulai dari pakaian, makanan ringan, bahkan saturan dan kelontong

.Baca juga: Resep dan Cara Membuat Kue Kontol Kambing Khas Malang. Klik Disini

Ada pula pedagang yang tak menggunakan los dalam menjajakan dagangannya. Modal yang kecil membuat mereka memilih menggelar dagangannya dengan alas dan wadah seadanya. Penjual kue Kontol Sapi yang dijumpai di pasar ini termasuk yang berdagang dengan cara demikian. Meski terdengar risih bagi sebagian orang, tetapi penjualnya tak akan risi menyebut dengan terang nama ‘Kontol Sapi’ untuk menawarkan dagangannya pada pengunjung. 

Jika mendengar namanya yang unik, hampir bisa dipastikan jika Anda berada di pasar tersebut dan tengah berkunjung akan langsung melirik dagangannya bukan? Mengetahui harganya yang murah sebagaimana disebutkan di atas, barangkali Anda juga akan memborongnya. Apalagi setelah mengetahui jika rasa Kontol Sapi sangatlah ‘sempurna’.

Makanan ini cukup mengenyangkan berkat kandungan ketan sebagai bahan utamanya. Kiranya kandungan ini cukup untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat Anda, setidaknya sekedar sebagai pengganjal perut di tengah jelajah pasar atau di perjalanan pulang dari pasar. Sementara campuran kelapa dan gula merah membuat Kontol Sapi bercita rasa gurih sekaligus manis. 

Bagaimana, tertarik membelinya langsung Kontol Sapi di kampung halamannya atau malah penasaran dan ingin mencobanya di rumah?

Gudeg Basah Atau Kering Ternyata Sama Enaknya

Gudeg adalah hidangan khas yang sangat populer di Jawa, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakat di Indonesia seringkali menyebut semua jenis gudeg sebagai gudeg jogja. Pada kenyataannya, ada beberapa varian gudeg yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Baca selengkapnya.....

Primadona Makanan "Panas", Sop dan Sate Kambing Pak Gino

Kalau pernah mendengar atau mencicipi Sate Kambing Pak Gino di Bandung, Anda pasti sudah tahu bagaimana kelezatannya. Sate yang buka pertama kali tahun 1978 ini ternyata memiliki cabang di Bogor. Sama seperti Sate Kambing Pak Gino di Bandung yang jadi primadona, cabangnya di Kota Hujan kini juga menjadi salah satu makanan Bogor terkenal. Baca selengkapnya.....

Sedang Wisata Kuliner Di Bogor, Jangan Lupa Coba Es Sekoteng Boper

Sekoteng adalah minuman khas Jawa Tengah yang dibuat dari air jahe yang biasa dihidangkan dalam keadaan panas dan biasa dikonsumsi di malam hari. Bagi masyarakat Jawa, Sekoteng merupakan sebuah singkatan dari "nyokot weteng" yang artinya "menggigit perut". Dalam bahasa Hokkian sekoteng adalah "su ko thung" atau "si gou tang" yang berarti sup empat buah-buahan dan merupakan sebuah hidangan tradisi masyarakat Tionghoa. Baca selengkapnya.....
Dawet Jembut Kecabut

Dawet Jembut Kecabut, Segernya Bikin Ketagihan

Indonesia memang juaranya kalau urusan ‘kreatif’. Nama-nama mobil yang sudah sedemikian rupa dibuat ciamik oleh pabriknya saja bisa dibuat dengan nama yang unik. Sebut saja truk Mercedez-Benz L series lebih kondang dengan sebutan Mercy Nonong dan sebagian orang menyebutnya sebagai Mercy Bagong. Ada pula Toyota A Series (A 100) yang oleh masyarakat lebih dikenal dengan Truk Buaya. Nama-nama nyentrik seperti ini membuat seri mobil itu terus membekas di ingatan masyarakat, meski produksinya sudah… Baca selengkapnya.....