idarzh-CNnlenms

Seblak Makanan Halal yang Kini Menjelma Menjadi Jajanan Sejuta Umat

Sebelum menuai popularitas sebagai makanan halal yang paling digandrungi, rupanya perkembangan kuliner seblak telah melalui serangkaian perjalanan panjang sebelum akhirnya mulai dikenal. Boleh dibilang, saat ini nyaris seluruh orang Indonesia mengenal jajanan yang identik dengan rasa pedasnya ini. Apabila meruntut dari asal muasalnya sendiri, jajanan ini mirip dengan penganan kerupuk godog asal Sumpiuh, Jawa Tengah yang diperkirakan sudah ada sejak tahun 1940-an.

Namun begitu, disebutkan juga bahwa seblak memang sudah ada di Cianjur sejak zaman sebelum kemerdekaan, seperti yang dikutip dari Merdeka.com (04/11/2015). Ciri khas kuliner seblak adalah penggunaan kerupuk aci sebagai bahan utamanya. Alih-alih menggorengnya, kerupuk aci justru direbus hingga lembek dan kenyal dengan ditambahkan sejumlah bumbu dan rempah untuk memperlezat rasanya.

Bahan kencur/cikur yang ditambahkan dalam pembuatan makanan halal ini, semakin menambah khas cita rasanya. Seiring dengan perkembangan zaman, makanan ini mulai populer pada awal tahun 2000-an di Bandung. Makanan kenyal ini menjadi salah satu jajanan pinggir jalan yang mulai banyak bisa ditemui.

Pamor seblak kian menjulang saat salah satu produsen keripik singkong pedas terbesar di Indonesia, yaitu Maicih mulai merintis usaha keripiknya di awal 2010. Dibantu dengan jejaring sosial Twitter, produsen yang saat ini bernaung di bawah payung usaha PT ini memperkenalkan level kepedasan yang menantang para pecinta makanan bercabai. Dalam varian keripik yang diperkenalkan, seblak kering menjadi salah satu keripik andalan yang paling diburu.

Kesuksesan keripik maicih turut mengundang banyak pengusaha makanan halal untuk menerapkan taktik level pedas pada produk mereka. Kesuksesan tersebut didukung dengan lidah rata-rata orang-orang Indonesia yang sebagian besar bisa bertoleransi dengan pedihnya dari zat capsaicin. Lambat laun, seblak pun menjadi identik dengan makanan pedas dan bercabai. Melalui produk maicih pula, penyajian seblak dibedakan menjadi seblak basah dan seblak kering.

Fenomena demam seblak membuat begitu banyak calon pengusaha tak mau ketinggalan untuk ikut menangkap dahsyatnya peluang berjualan seblak. Tak terkecuali sejumlah koki dan chef terkenal dari Indonesia. Pada sejumlah kesempatan seperti yang banyak disiarkan oleh situs web berbagai video–youtube, terdapat banyak tutorial yang mampu menampilkan cara pembuatannya. Sebut saja salah satunya adalah Chef Yuda Bustara yang membagikan resep seblak basah seafood melalui kanal youtube resmi miliknya.

Seblak kini tak hanya berkutat pada bahan kerupuk aci saja. Aneka bahan pendamping seperti bakso, kwetiau, mie, makaroni, sosis, ceker, ayam, batagor, dan cimol menjadi aneka topping pilihan yang siap meramaikan semangkuk sajian seblak. Ketiadaan kerupuk aci bahkan tak lagi menjadi masalah asalkan sajiannya berkuah dan pedas. Padahal pada awal kemunculannya, seblak basah biasanya tampil tanpa kuah.

Saat ini, tak sulit untuk menemukan penjual seblak di beberapa daerah lainnya di Jabodetabek hingga kota-kota besar lainnya, seperti Jogjakarta, Surabaya, hingga Medan. Di Bandung sendiri, bisnis seblak telah lama menjamur. Beberapa merek dagang yang terkenal dari Kota Kembang ini antara lain, Seblak Sultan, Deu’ Tjenghar, Seblak Jebred, dan masih banyak lagi.

Seblak Jeletet Murni adalah salah satu usaha seblak yang pernah viral dari Tanjung Duren, Jakarta Barat. Para pengunjung bisa memilih sendiri level kepedasan yang mereka inginkan dimulai dari level 0 hingga level 5. Tak jarang, seblak level 5 dijadikan ajang challenge untuk adu tahan pedas oleh sejumlah content creator seperti youtuber.

Inovasi seblak juga semakin berkembang saat dimunculkan ide untuk mengemasnya dalam kemasan cup instan layaknya cup noodle yang banyak beredar di pasaran. Model pengemasan ini memudahkan para penggemar makanan halal ini untuk meracik seblak dengan lebih cepat. Selain itu karena lebih praktis, seblak cup instan lebih mudah didistribusikan dengan jasa ekspedisi dan tentunya lebih awet.

Melihat dari perkembangannya, seblak kini tak lagi menjadi makanan halal kelas rakyat semata. Selain menjelma menjadi jajanan yang banyak digandrungi, seblak seolah menjadi identitas ‘kekinian’ bagi mereka yang pernah mencicipinya.

Peluang bisnis seblak membuat banyak pengusaha baru yang hendak berkecimpung di bidang ini harus terus memacu kreatifitas agar dapat menciptakan menu yang berbeda dibandingkan para kompetitornya. Menariknya, para konsumen kini bisa menemukan seblak dengan aneka rasa yang unik, seperti salah satunya adalah rasa rendang yang dimunculkan oleh merek dagang seblak instan ‘Mommy’.

Variasi lainnya yang tak kalah unik dan menarik adalah penambahan lelehan keju mozzarella dalam beberapa penyajiannya. Dikarenakan sama-sama disajikan pedas seperti tteokbokki asal Korea, muncul juga ide untuk mengkolaborasikan keduanya ke dalam makanan yang kini dikenal sebagai seblokki (seblak-tteokbokki).

Dilansir dari detikfood.com (10/02/2019), Iyen merupakan salah satu pedagang di Ujung Berung, Bandung yang mencicipi manisnya mendulang untung dengan berjualan makanan halal yang satu ini. Pemilik usaha Seblak Iyen ini, bahkan mampu meraup omzet rata-rata 2,5 juta rupiah per harinya. Diakui omzetnya yang didapatnya bisa lebih lagi jika warungnya sedang ramai.

Tak hanya dari kalangan orang biasa, beberapa artis seperti Mulan Jameela, Dara the Virgin, hingga Steffi Zamora sepertinya juga tak mau ketinggalan mencoba peruntungan mereka dengan berdagang makanan yang satu ini.

Hashtag

Butuh Lokasi Untuk Membuka Usaha Kuliner?

  • Dijual Cepat, Sebuah Tempat Usaha Strategis di Banyumanik Semarang
    Banyumanik adalah nama sebuah kecamatan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Banyumanik Semarang terletak di daerah yang sering disebut sebagai kota atas Semarang. Wilayah Kecamatan Banyumanik berada di ketinggian rata-rata 300 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 20-22 derajat Celcius Banyumanik merupakan daerah ekonomi baru…
    Read more...