Bubur Ayam Tasik "Incu Kalektor" Gang Mesjid Cilendek Timur

Pagi ini melipir daerah gang masjid Cilendek timur. Icip-icip Bubur Ayam Tasik "Incu Kalektor" yang posisinya diantara RedDoorz dan AlfaMart. Sajian khas Tasik dengan buburnya yang gurih ditambah topping suiran Ayam, cakwe, daun bawang dan tambahan ati ampela serta telur rebus untuk menu komplit. Sepertinya ada krez krez asin caipo / tongcai namun tidak banyak. Saya sengaja tidak menanyakan dan minta tambah, karena akan balik lagi dengan minta topping caiponya lebih berlimpah (pengalaman kuliner Muhammad Ichwan Basir).

Bubur Ayam Tasik Incu Kalektor Gang Mesjiid Cilendek Timur Bogor 2Bubur ayam adalah salah satu jenis bubur nasi, dibuat dari beras yang dimasak dengan air yang banyak sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Bubur ayam biasanya disajikan dalam suhu panas atau hangat dengan irisan daging ayam dengan beberapa bumbu, seperti kecap asin dan kecap manis, merica, garam, dan kadang-kadang diberi kaldu ayam.

Dilengkapi juga dengan taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, tongcai (sayur asin), kacang tanah goreng, cakwe, dan kerupuk. Bubur ayam cocok bagi mereka yang kurang menyukai masakan Indonesia yang pedas, karena bubur umumnya tidak pedas; sambal atau saus cabe disajikan secara terpisah.

Bubur ayam kerap menjadi pilihan makanan untuk sarapan, tetapi bubur ayam sebenarnya dapat dimakan kapan saja. Selain sarapan, bubur ayam kerap menjadi pilihan hidangan hangat di tengah malam. Karena teksturnya yang lembut, disajikan hangat-hangat, serta memiliki kandungan gizi yang cukup baik, bubur ayam kerap dijadikan makanan bayi, anak-anak, atau orang sakit yang tengah dirawat untuk pemulihan.

Banyak jenis dan variasi bubur ayam yang ada, tetapi resep paling lazim adalah bubur ayam yang disajikan dengan potongan atau suwiran daging ayam, seledri, ditambah irisan cakwe sebagai pelengkap, lalu diberi kerupuk di atasnya. Kecap asin, kecap manis dan merica menjadi penambah cita rasa yang tak bisa dipisahkan dari makanan yang banyak digemari.

Seledri dan tongcai (sayuran yang diasinkan biasanya terbuat dari lobak) juga bisa ditambahkan untuk mempercantik tampilan dan rasa. Selain itu, bubur ayam dilengkapi pula dengan sate jeroan ayam seperti hati, empela, usus dan telur.

Bubur ayam lazim dijumpai di Indonesia, mulai dari dimasak sendiri di rumah, dijajakan di gerobak pedagang keliling, atau dihidangkan di rumah makan.

Dengan banyaknya orang yang menyukai masakan ini, para pembuat atau pedagang bubur ayam biasanya memiliki ide atau kreasi sendiri, misalnya Bubur Ayam Sukabumi biasanya menambahkan telur ayam kampung mentah yang ditimbun dalam bubur panas hingga termasak setengah matang.

Bubur Ayam Tegal yang menyajikan kuah bumbu kuning yang khas layaknya masakan dari daerah Tegal. Sate usus, hati dan ampela ayam biasanya ditambahkan sebagai hidangan tambahan bubur ayam. Bubur ayam adalah hidangan yang dapat kita tambahkan makanan lain ke dalamnya sesuai selera kita.

Bubur ayam juga menjadi kuliner favorit di Kota Tasikmalaya. Pedagangnya tersebar di banyak tempat di kota ini, mulai dari kelas kaki lima hingga rumah makan.

Satu yang paling terkenal dan legendaris adalah bubur ayam H. Zenal di Jalan Kalektoran Kota Tasikmalaya. Berdiri sejak tahun 1969, bubur ayam racikan H. Zaenal punya keistimewaan. Tekstur buburnya tidak terlalu kental dengan topping melimpah ruah berupa suwiran ayam kampung, ati ayam, cakwe, dan daun bawang.

Keseluruhan topping kabarnya mengisi 45% mangkuk, itu sebabnya harga seporsi bubur ayam H. Zaenal relatif lebih tinggi dibanding bubur di tempat lain. H. Zaenal pertama kali menjajakan buburnya di gerobak keliling pada tahun 1961-1968. Banyak warga menyukai bubur ayam buatannya hingga mendatangi rumah H. Zaenal bila mereka tidak mendapatkannya.

hal tersebut membuat H. Zaenal memutuskan untuk membuka warung bubur ayam sendiri di rumah. Sejak saat itu usahanya terus berkembang dan kini warungnya dikelola sang anak. Buka mulai pukul 6 pagi, warung ini tak pernah sepi membeli. Kalau sedang ramai, pengunjung harus kecewa kehabisan bubur meski waktu baru menunjukkan pukul 12 siang.


Gudeg Basah Atau Kering Ternyata Sama Enaknya

Gudeg adalah hidangan khas yang sangat populer di Jawa, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakat di Indonesia seringkali menyebut semua jenis gudeg sebagai gudeg jogja. Pada kenyataannya, ada beberapa varian gudeg yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Baca selengkapnya.....

Asinan Bogor, Kesegarannya Menggugah Selera

Jika orang Eropa punya salad sebagai menu hidangan penutup, masyarakat Indonesia juga punya kuliner sejenis, namanya asinan. Asinan adalah kuliner tradisional yang berisi sayuran dan buah yang dicampur dengan kuah pedas. Baca selengkapnya.....

Makanan Ini Ternyata Tidak Digoreng, Inilah Fakta Unik Tentang Tauge Goreng

Bogor begitu kaya akan kuliner yang menggugah selera. Asinan Bogor barangkali menjadi makanan khas Kota Hujan yang paling kondang. Selain karena cita rasanya yang unik, kuliner segar itu juga mudah dijumpai di banyak kota di Indonesia. Namun, sebenarnya makanan asli Bogor tak hanya itu lho! Masih ada banyak deretan kuliner asli Bogor lain yang tak kalah enak. Salah satunya adalah Tauge Goreng. Meski namanya memiliki embel-embel ‘goreng’, nyatanya kuliner satu ini nyatanya tak digoreng, lho kok?… Baca selengkapnya.....

Identik Dengan Makanan Asin atau Pedas, Di Bogor Ada Pepes Yang Terkenal Karena Rasa Manisnya

Bogor sering dipilih sebagai destinasi liburan masyarakat Jakarta. Selain hawanya yang masih cukup sejuk, pengalaman kuliner di sini pun beragam. Jika berkunjung ke kota ini, jangan hanya menikmati beragam hidangan lezat, sebaiknya juga membawa pulang oleh-oleh khas, seperti Pepes Sagu Pisang. Baca selengkapnya.....