Walaupun Tergolong Makanan Murah, Citarasa Doclang Tidak Murahan

Bogor memang terbilang sebagai salah satu primadona wisata di sekiar Jakarta. Dengan jarak yang tak terlalu jauh dari Ibu Kota, kota ini menawarkan begitu banyak kesenangan bagi para pengunjungnya, mulai dari tempat piknik bernuansa sejarah, alam, budaya hingga aneka jenis makanan enak. Nah, jika Anda berencana ke Bogor atau justru tengah berada di kota ini, cobalah luangkan waktu untuk sarapan pagi dengan Doclang.

Memiliki nama yang unik, Doclang adalah menu sarapan pagi khas Bogor yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan. Eloknya lagi, makanan ini dijual dengan harga super ramah di kantong! Apa saja ya isian menu ini dan berapa harganya? Simak ulasan berikut ini.

Sebelum membahas isian menu tersebut dan harganya, ada baiknya kita intip dulu keindahan Bogor kala pagi hari. Berjuluk Kota Hujan, memang Bogor menjadi kota dengan intensitas hujan yang tinggi dan bisa dikatakan ‘tak terprediksi’. Pasalnya, hujan bisa turun kapan saja. Tak pelak kondisi ini membuat udara dingin.

Biasanya, suhu udara yang dingin cenderung membuat orang lebih terasa cepat lapar. Nah, untuk mengganjal perut di saat dingin sebaiknya memilih menu-menu mengenyangkan. Doclang bisa menjadi pilihan yang sangat tepat, karena isiannya yang sangat kaya karbohidrat. Penasaran seperti apa makanan ini?

Apabila Anda tengah berada di Kota Hujan dan ingin menikmati sarapan pagi legendaris ini, cobalah merapat ke Jalan Mantarena Lebak. Lokasi tersebut tak jauh dari Kebun Raya Bogor.  Untuk mencapai jalan tersebut, dari Jalan Ir H. Juanda, Anda bisa berbelok memasuki Jalan Kapten Muslihat. Kemudian, belok kiri masuk Jalan Mantarena, Lebak. Di jalan tersebut terdapat pedagang Doclang.

Sekilas mendengar namanya mungkin aneh dan nyentrik. Namun, bagi warga Bogor menu ini sama sekali tak Asing. Untuk diketahui, Doclang adalah makanan yang serupa dengan Kupat Tahu di Bandung dan Ketroprak di Jakarta. Ketiga makanan tersebut berisi potongan ketupat, tahu dan disiram sambal kacang. Meski demikian, Doclang memiliki perbedaan signifikan dengan kedua makanan lainnya.

Perbedaan mencolok itu terletak pada ketupatnya. Di banyak daerah ketupat dibuat dengan bungkus janur atau daun kelapa yang masih muda. Adapula yang memilih menggunakan pandan sebagai pembungkusnya. Namun, ketupat pada Doclang menggunakan bungkus daun patat. Daun yang memiliki nama latin Phrynium capitatum ini sudah sejak lama digunakan masyarakat Bogor sebagai bahan pembungkus makanan. Daun ini sengaja digunakan sebagai pembungkus ketupat atau makanan lainnya karena tekstur daunnya yang halus dan elastis untuk dijadikan bahan pembungkus.

Isian lain yang membedakan Doclang dengan makanan serupa lainnya adalah irisan kentang rebus. Dalam penyajiannya potongan ketupat, kentang, irisan telur dan tahu kemudia disiram dengan bumbu kacang yang agak pedas, lalu diberi krupuk di atasnya. Para penyuka pedas, bisa minta disiramkan kuah sambal kacang lagi di atasnya.

Bagaimana, sangat penuh dan kaya akan gizi bukan salam seporsi Doclang. Hebatnya, hadir sebagai menu yang mengenyangkan, Doclang tak dijual mahal. Cukup merogoh kocek sekitar Rp 8.000 saja sudah mendapatkan seporsi Doclang. Menu sarapan pagi yang  murah meriah bukan?!

Menyantapnya pagi-pagi lebih terasa nikmat jika disandingkan dengan segelas air teh hangat. Sungguh sajian yang sempurna menggempur rasa lapar di tengah dinginnya Bogor kala pagi hari. Perut telah terisi, jalan-jalan di Bogor menjadi semakin tanpa kendala dan hati pun gembira.

Gudeg Basah Atau Kering Ternyata Sama Enaknya

Gudeg adalah hidangan khas yang sangat populer di Jawa, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta. Oleh sebab itu sebagian besar masyarakat di Indonesia seringkali menyebut semua jenis gudeg sebagai gudeg jogja. Pada kenyataannya, ada beberapa varian gudeg yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri. Baca selengkapnya.....

Kopi Nako Tajur, Sensasi Ngopi di Bawah Pohon

Nama Nako merupakan singkatan dari kata nasi dan kopi, berupa sebuah tempat ngopi yang mengangkat konsep alami. Sedangkan Tajur adalah nama sebuah jalan di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, dimana Kopi Nako tersebut berada. Kopi Nako Tajur diklaim berbeda dari beberapa cabang Kopi Nako yang sudah ada. Perbedaannya terletak pada lokasinya yang dikelilingi banyak pohon rindang, sehingga menjadi salah satu outlet Kopi Nako yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan Air Conditioner… Baca selengkapnya.....

Laksa Bogor Ibu Lili, Makanan Enak Tapi Murah

Jalan-jalan ke Bogor tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi makanan enak tapi murah dan legendaris khas Kota Hujan. Bogor memang sarangnya makanan enak, mulai dari roti unyil, olahan talas Bogor, sampai beragam jenis asinan yang sudah tersohor di seantero negeri. Baca selengkapnya.....

Identik Dengan Makanan Asin atau Pedas, Di Bogor Ada Pepes Yang Terkenal Karena Rasa Manisnya

Bogor sering dipilih sebagai destinasi liburan masyarakat Jakarta. Selain hawanya yang masih cukup sejuk, pengalaman kuliner di sini pun beragam. Jika berkunjung ke kota ini, jangan hanya menikmati beragam hidangan lezat, sebaiknya juga membawa pulang oleh-oleh khas, seperti Pepes Sagu Pisang. Baca selengkapnya.....