idarzh-CNenhi

Anda Penyuka Sambal? Sudah Tau Sejarahnya? Simak Info Lengkapnya Dibawah Ini!

Ada banyak jenis sambal yang bisa anda jumpai di Indonesia. Sambal memang sudah menjadi teman makan yang harus ada. Tidak lengkap rasanya jika menikmati makan pagi, makan siang atau makan malam, tanpa didampingi oleh sambal. Rasa pedas dari sambal memang selalu dirindukan. Citarasanya bisa membuat porsi makan bertambah. Tak hanya itu, berdasarkan penelitian para ahli, sambal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. 

Diantaranya dapat melancarkan sirkulasi darah, membuat tidur menjadi lebih nyenyak, meningkatkan mood, menurunkan berat badan, menyehatkan jantung dan lain sebagainya. Untuk mengetahui sejarah dan asal usulnya, silahkan menyimak penjelasan berikut ini.

 

Sambal itu apa sih? 

Sambal adalah istilah untuk menyebut produk olahan semacam saus,  yang dibuat dari bahan utama berupa cabai, melalui proses penghalusan untuk mengeluarkan sari pedasnya,  kemudian ditambahkan bahan pelengkap seperti  bawang merah, bawang putih, garam, gula, tomat, terasi dan bahan penyedap lainnya.

Di khasanah kuliner Indonesia, sambal termasuk salah satu unsur pelengkap. Hal yang sama ternyata berlaku pula untuk masyarakat dikawasan Asia Timur dan Asia bagian Selatan juga. Namun, setiap daerah atau wilayah memiliki variasi resep dan tingkat kepedasan berbeda-beda.

Ada yang tingkat kepedasannya sedang-sedang saja dan bisa dinikmati oleh hampir semua masyarakat umum. Namun ada pula yang pedas luarbiasa, hanya orang-orang tertentu yang mampu menikmatinya. Kepopuleran sambal, tidak terlepas dari sejarah kuliner Indonesia jaman dahulu yang bersifat koud eten atau hidangan dingin.

Dengan cabai segar atau yang sudah diolah menjadi sambal, ternyata bisa menggantikan sensasi makanan panas, sehingga bisa menggugah selera, walaupun menyantap makanan yang sudah dingin.

Oleh sebab itu, pada satu porsi makanan lengkap ala Indonesia, selalu dilengkapi dengan sambal, yang  diletakkan pada bagian tepi, bukan pada satu wadah tersendiri. Tujuannya agar lauk pauk seperti daging, ayam, ikan, atau bahkan sayuran bisa dengan mudah dicocolkan pada sambal tersebut. Bagi masyarakat kita, menikmati makanan dengan cara seperti tersebut diatas memang sangat nikmat.

Karena sudah menjadi tradisi yang dijalani puluhan tahun, tidak mengherankan jika ada yang berpendapat bahwa, makan serasa kurang lengkap jika tidak ada sambal sebagai pendampingnya. Jika raut muka belum meringis, merah merona karena kepedasan dan baju basah bercucuran keringat, belum bisa disebut mantul! Alias "mantap betul"....

 

Sejarah Sambal di Indonesia

Cabai sesungguhnya bukan tanaman asli nusantara. Pohon cabai awalnya adalah tanaman liar, kemudian dibudidayakan oleh masyarakat Suku Inca dan juga Suku Maya yang berada di Amerika dan juga Suku Aztek yang berada di Mexico.

Ketika Christophorus Colombus berhasil mencapai wilayah tersebut, ia membawa serta bibit cabai dan mencoba membudidayakannya sendiri.  Sejak itulah cabai dikenal dan tersebar hingga ke Eropa.

Di benua ini, cabai sontak menjadi komoditas penting, namun agak sulit didapatkan karena hanya bisa tumbuh dan berkembang dengan baik dilokasi tertentu. Para pelaut Portugis kemudian mencoba menanamnya diwilayah yang diduduki.

Salah satunya adalah Pulau Maluku, yang ternyata iklimnya cocok, hingga bisa mencapai produksi hingga tingkat maksimal. Keberhasilan tersebut menjadi awal dari budidaya cabai diwilayah yang nantinya merdeka dari penjajahan, dan menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Uniknya, penggunaan cabai sebagai bahan baku masakan alias sambal, baru terjadi pada  masa penjajahan Belanda. Kisahnya bermula pada jaman VOC  (Vereenigde Oostindische Compagnie), yaitu kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur dari Belanda, yang memiliki monopoli untuk melakukan aktivitas perdagangan di Asia.

Karena cukup lama berada di Indonesia, para anggota kongsi ini mau tidak mau harus bisa beradaptasi dengan makanan lokal. Pada saat itu, makanan yang dihidangkan selalu sudah dalam kondisi dingin, sehingga para petinggi VOC itu kehilangan selera makan. 

Oleh sebab itu para pelayan VOC, berlomba-lomba mencari cara agar makanan dingin yang disajikan tetap bisa menarik hati para majikannya. Salah satunya, memiliki ide untuk mengolah cabai segar, dengan cara dihaluskan kemudian ditambahkan garam untuk mempertegas citarasanya.

Ketika dicoba, mata sang majikan terbelalak karena rasa pedas, namun efeknya adalah meningkatkan nafsu makan berkali lipat. Setelah kejadian itu, sambal menjadi kuliner pendamping yang harus ada pada saat perjamuan makan di kalangan anggota VOC.

Versi lain menyatakan bahwa sambal mulai dikenal pada tahun 1814, berdasarkan catatan tertulis pada Serat Centhini yaitu sebuah manuskrip yang isinya berupa pengetahuan seni, ramalan, dan juga agama. Pada manuskrip itu juga menyebutkan beragam jenis sambal yang ada pada masa itu, misalnya saja sambal trancam, sambal kluwak, dan yang lainnya.

 

 

Peringkat Sambal diragam kuliner Indonesia

Selain menjadi menu pendamping disebagian besar rumah tangga di Indonesia, sambal naik peringkat menjadi menu wajib dirumah makan. Bukan hanya sebagai pelengkap, sambal bahkan dijadikan sebagai menu andalan.  Dengan menggunakan bahan baku pilihan dan berkualitas, sambal menjadi menu mewah yang harganya kadang diluar ekspektasi. Luar biasa !

 

 

Secara Umum Hanya Ada 2 Jenis Sambal

Yang pertama adalah sambal mentah, alias sambal yang tidak dimasak. Cara pembuatannya juga sangat sederhana, salah satu contohnya adalah sambal goang khas Sunda. Sambal goang disebut juga sebagai sambal dadakan, sebab dibuat beberapa saat sebelum disantap. Meski cukup praktis pada proses pembuatannya, sambal ini sangat terkenal di Jawa Barat.

Masyarakat Sunda menjadikan sambal dadakan sebagai penambah selera makan. Bahan utamanya terdiri dari cabai rawit merah atau bisa juga dengan cabai rawit hijau, yang diberi sedikit garam dan bahan lain sesuai selera, kemudian dihaluskan.

Selain sambal goang, untuk jenis yang sama, maksudnya sambal mentah dari Jawa Barat juga, ada yang disebut sebagai sambal cibiuk. Sambal tersebut adalah sambal khas dari daerah Garut, Jawa Barat. Dibuat dari bahan-bahan seperti kemangi, tomat hijau, kencur, terasi bakar, dan juga tidak lupa cabai rawit yang hijau.

Bahan-bahan itu kemudian diulek hingga halus, diberi irisan tomat,  kemudian ditumbuk kasar. Setelah itu  ditambahkan kemangi. Jika ingin lebih segar lagi, beri tambahan sedikit air perasan jeruk limau. Rasa sambal ini tiada duanya! Sangat cocok untuk menikmati nasi hangat plus lauk pauk, seperti ikan goreng, ayam goreng, ikan asin, ditambah dengan kerupuk.

 

 

Sambal yang Dimasak

Berbeda dengan sambal-sambal diatas, ada juga sambal yang harus dimasak, salah satu contohnya yaitu Sambal Oncom. khas Jawa Barat. Oncom termasuk bahan makanan favorit orang Sunda, biasa diolah sebagai lauk pauk atau sebagai menu pendamping yaitu sambal. Bumbu untuk membuat sambal oncom terdiri dari cabai rawit, bawang merah, bawang putih, lengkuas dan juga kencur.

Setelah semua bumbu dihaluskan lalu dimasak dengan cara ditumis hingga matang. Kemudian masukkan oncom yang sebelumnya sudah dihancurkan, aduk rata. Kemudian tambahkan leunca untuk memberikan tekstur yang renyah. Anda bisa menambahkan irisan cabe rawit jika ingin menjadikannya lebih pedas.

Ada lagi Sambal Terong, ini juga jenis sambal yang harus dimasak. Paduan rasa pedasnya cabai dan manisnya terong menciptakan sensasi tersendiri. Kemudian ada lagi satu jenis sambal masak yang fenomenal yang biasa disebut dengan nama sambal mercon. Sambal ini sangat populer karena kepedasannya yang luar biasa. Pada beberapa resto, sambal ini dijadikan menu andalan.

 

 

Sambal Dalam Kemasan (Sambal Botol)

Sesuai dengan perkembangan jaman, semakin sedikit waktu yang tersisa untuk memasak makanan sendiri. Semua orang ingin yang serba praktis. Sambal botol adalah solusinya. Sambal ini dibuat dari bahan-bahan dengan  komposisi yang standar kemudian digiling. Bahannya bisa menggunakan cabai hijau atau cabai merah, garam, gula, bawang putih, dan bawang merah.

Hasil akhirnya kemudian dikemas, karena pada awalnya menggunakan botol plastik, sebutannya menjadi sambal botol. Padahal, pada perkembangannya, banyak jenis kemasan yang digunakan, bisa memakai wadah kaca, sachet, atau bahan lainnya. Namun apapun kemasannya sebutannya tetap sambal botol.

Di Indonesia banyak sekali jenis sambal yang diolah, dikemas kemudian dipasarkan, contohnya sambal bangkok, sambal lampung, sambal terasi, dan lain sebagainya, dengan tingkat kepedasannya juga berbeda, dari kepedasan sedang hingga ekstra pedas. Produsennya pun beragam, dari home industry hingga pabrik skala besar. 

Demikian info singkat tentang sambal. Semoga bermanfaat....

Hashtag

Butuh Lokasi Untuk Membuka Usaha Kuliner?

  • Dijual Cepat, Sebuah Tempat Usaha Strategis di Banyumanik Semarang
    Banyumanik adalah nama sebuah kecamatan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Banyumanik Semarang terletak di daerah yang sering disebut sebagai kota atas Semarang. Wilayah Kecamatan Banyumanik berada di ketinggian rata-rata 300 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 20-22 derajat Celcius Banyumanik merupakan daerah ekonomi baru…
    Read more...