Loading...
iden

Buka Sejak Tahun 1971, Kedai Makanan BUBUR AYAM Ini Tetap Eksis

Siapa yang belum pernah menjajal makanan khas Indonesia yang diberi nama bubur ayam? Ya, panganan berbahan dasar beras ini memang digemari beragam kalangan karena rasanya yang nikmat dan cocok di lidah siapa saja yang mencicipinya. Bubur ini dinamakan bubur ayam karena dalam penyajiannya memang ditaburi dengan suwiran ayam goreng.

Selain Bandung, kota lain yang terkenal dengan bubur ayamnya adalah Bogor. Tidak mengherankan memang, sebab makanan yang satu ini memang menjadi favorit warga Bogor. Karenanya, kita bisa dengan mudah menemukan banyak pedagang bubur ayam di sepanjang jalan raya di Bogor, mulai dari bubur ayam Cianjur, bubur ayam Madura, sampai bubur ayam yang biasa kita nikmati.

Nah, kalau kebetulan kalian sedang berada di Bogor dan ingin mencicipi kuliner khas yang lezat, cobalah ke Bubur Ayam Kabita. Lokasinya memang cukup jauh dari pusat kota, tapi warung bubur yang satu ini sudah sangat terkenal dan ramai disambangi pengunjung dari berbagai daerah. Tentu saja karena kelezatannya yang tiada duanya.

Dibuka sejak tahun 1970 oleh almarhum H. Loekman, Bubur Ayam Kabita ini mampu bertahan selama lebih dari 45 tahun, meskipun kehadirannya disaingi oleh makanan-makanan lain yang lebih modern dan berkelas. Hingga hari ini, hampir semua orang Bogor mengenal Bubur Ayam Kabita.

 

 

Kenapa Dinamakan Kabita?

Dalam bahasa Sunda, kabita sendiri artinya “menginginkan sesuatu”. Pemilihan nama ini jelas sangat erat kaitannya dengan tampilan si bubur ayam Kabita yang memang membuat kita ingin segera memakannya begitu sampai di lokasi.

Berbeda dengan bubur ayam pada umumnya, Bubur Ayam Kabita memiliki tekstur yang padat dengan tambahan kecap asin yang cukup banyak seperti kuah pada sayur sup, lengkap dengan macam-macam topping penambah selera seperti daun bawang, bawang goreng, kacang kedelai, kerupuk, dan tentu saja, suwiran ayam gorengnya. Hmmm... Nikmatnya...

 

 

Jangan Lupa Satenya!

Pecinta kuliner tentu tahu dong ya makanan apa yang selalu jadi pelengkap wajib bubur ayam? Iya, sate. Nah, di warung bubur Kabita ini, teman-teman juga bisa memilih beragam menu sate, seperti sate usus ayam, sate hati ayam, serta sate telur puyuh. Kehadiran sate ini akan semakin melengkapi petualangan kulinermu di Bubur Ayam Kabita, lho!

Atau kurang suka dengan bubur ayam? Gampang... Sebab Bubur Ayam Kabita juga menyediakan menu soto ayam dan nasi putih yang tak kalah lezatnya. Tidak hanya itu, di warung ini kita juga bisa berbelanja aneka panganan ringan untuk dibawa pulang, mulai dari rujak cireng, telur asin, dan makanan ringan lainnya.

 

 

Jam Buka Bubur Ayam Kabita

Nah, buat teman-teman yang penasaran ingin mencicipi lezatnya bubur ayam yang satu ini, datanglah ke Jalan Gunung Batu No 50, Kota Bogor. Warung bubur ini buka dari pukul 6 pagi sampai 12 malam, kecuali pada hari Minggu, hanya buka sampai jam 8 malam. Harganya? Jangan khawatir, bawa uang Rp20.000,00 pun perut kita sudah bisa pulang dengan perut kenyang.

Kalau masih belum tahu akses menuju ke sana, naiklah angkutan umum nomor 03 dari arah Kebun Raya atau Jembatan Merah. Atau jika masih bingung lokasinya, pakai saja GPS alias Gunakan Penduduk Sekitar. Yakin deh tidak akan tersesat, sebab hampir semua warga Bogor sudah kenal betul dengan Bubur Ayam Kabita ini.


Jadi, selamat mencicipi gurihnya Bubur Ayam Kabita!

Jika Berkunjung Ke Makassar, Jangan Lewatkan Untuk Mencoba MAKANAN Khas Ini

Wisata kuliner menjadi kegiatan yang menyenangkan untuk dilakukan. Berpetualang rasa adalah sebuah tantangan tersendiri bagi pecintanya. Namun, dengan datangnya bulan Puasa, apakah kegiatan jelajah rasa ini harus dihentikan sepenuhnya?! Hmm… sepertinya hal itu tidak berlaku mutlak. Pasalnya, saat Ramadhan tiba, di berbagai sudut penjuru negeri ini banyak yang menjajakan makanan tradisional khas daerah bahkan yang tidak pernah ada di hari-hari biasa.

Cari Usaha Makanan Apa Yang Lagi Hits? MARTABAK Pilihannya

Bicara soal kuliner, Indonesia memang sangat kaya, mulai dari makanan tradisional hingga yang merupakan modifikasi dengan resep Barat dan oriental lainnya. Bukan saja makanan utama, negeri ini juga kaya akan berbagai kudapan atau camilan yang menggugah selera. Bisa dikatakan kudapan lumayan berat, martabak manis dan martabak telur adalah salah satu contoh jajanan food street yang sangat digemari masyarakat Indonesia.

TAHU is a Delicious Asian food That is Very Soft

The History of Tahu - Tahu, or also usually known as tofu or bean curd is traditional food originating from East and Southeast Asia. It is believed to have been around and consumed for thousand years in China. This food had been brought by Chinese traders to the whole world reaching East Asia, Southeast Asia, and then to the whole world. In Indonesia, this food has come with many varieties specific of a certain city. For example, Kediri is known for its tahu kuning.