Loading...
iden

"CUNGKRING" Pak Jumat, Kuliner Khas Tradisional Indonesia di Bogor

Cungkring. Sebutan tersebut mungkin identik dengan orang yang memiliki postur tubuh kurus kering di dalam bahasa Jawa. Namun siapa sangka ternyata cungkring adalah jenis kuliner Bogor yang lezat. Menurut bahasa Sunda, cungkring berarti kaki sapi atau lebih dikenal dengan sebutan kikil. Lalu, seperti apa sih olahan kuliner khas tradisional Indonesia ini dan di mana tempat yang menawarkan cungkring terenak di Bogor? Yuk, simak informasi berikut:

 

 

Cungkring, Perpaduan Kikil yang Empuk dan Bumbu Sate yang Gurih

Nama “cungkring” mungkin terdengar aneh dan tidak cukup menggugah selera Anda yang belum pernah mencicipi menu ini. Namun, Anda harus membuang jauh-jauh prasangka buruk tersebut dan mulai mencobanya. Dijamin Anda tidak akan dikecewakan oleh kuliner khas tradisional Indonesia ini. Cungkring umumnya dijual bersama bagian kaki sapi lainnya seperti kulit, urat, dan dampal.

Untuk menghasilkan cungkring yang lezat, dibutuhkan keahlian khusus untuk mengolahnya dengan tepat. Jika penjual tidak memiliki pengalaman yang cukup dalam memasaknya, kaki sapi bisa berbau dan teksturnya menjadi keras saat matang. Proses pengolahan diawali dengan menghilangkan bulu kaki sapi. Pedagang yang mengetahui trik agar kaki sapi tidak berbau, pasti lebih memilih untuk mengikir bulu satu-satu daripada membakarnya.

Kemudian, kaki sapi dipotong dan direbus selama lima hingga enam jam. Semakin tua usia sapi, makin lama proses perebusannya. Setelah direbus, potongan kaki sapi tersebut diberi bumbu kuning yang terdiri dari kunyit dan bawang. Saat ada pembeli yang memesan, penjual akan menyajikan cungkring di atas kertas bungkus cokelat yang bagian dalamnya dilapisi dengan daun pisang. Sajian ini kemudian dilengkapi dengan potongan lontong dan keripik tempe. Terakhir, bumbu sate akan disiramkan di atasnya. Kedengarannya lezat, bukan?

 

Cungkring Pak Jumat

Penjual cungkring di Bogor saat ini sudah tidak sebanyak dulu. Kalaupun ada, biasanya yang digunakan sebagai bahan baku adalah kulit sapi, bukan kakinya. Hal ini memang wajar, karena untuk mendapatkan kaki sapi tidak mudah. Penjual cungkring harus berebut dengan pedagang lain yang juga menggunakan kaki sapi untuk masakannya.

Selain itu, pengolahan kulit sapi lebih mudah daripada kaki sapi, sehingga sebagian besar pedagang lebih memilih untuk menggunakan kulit saja sebagai bahan baku. Nah, di antara penjual cungkring autentik yang saat ini sudah sangat langka, ada Cungkring Pak Jumat yang masih eksis hingga kini. Cungkring Pak Jumat telah ada sejak 1975 dan kini usaha tersebut telah diteruskan oleh generasi kedua.

Jika dulu Cungkring Pak Jumat dijual secara keliling, sejak tahun 2004 Anda bisa menjumpai pedagang kuliner khas tradisional Indonesia tersebut di pinggir jalan Gang Aut yang terletak di ujung Jalan Suryakencana. Bagi warga Bogor, cungkring identik dengan menu sarapan. Jadi Anda hanya bisa menemui pedagang cungkring pada pagi hingga menjelang siang.

Cungkring Pak Jumat sendiri mulai dijual pada pukul 07.00 hingga semua dagangannya ludes terjual. Usahakan untuk datang lebih awal, karena Cungkring Pak Jumat memiliki banyak peminat. Menurut si pedagang, biasanya cungkring yang dijual segera habis hanya dalam beberapa jam. Menu favorit pelanggan Pak Jumat adalah urat kaki sapi.

Karena teksturnya yang kasar dan kenyal, sensasi yang timbul saat dikunyah menjadi lebih nikmat. Harga Cungkring Pak Jumat cukup terjangkau. Tiap bagian kaki sapi dihargai Rp5.000,00 saja.

Sudah rasanya lezat, harganya juga murah. Jadi tunggu apa lagi. Ayo, sempatkan jajan dengan salah satu makanan enak di Bogor ini. Wisata kuliner Bogor Anda akan lebih lengkap setelah mencicipi Cungkring Pak Jumat.

Sate Susu, MAKANAN Halal di Bali Yang Banyak Dicari

Suasana syahdu Ramadhan tak hanya selalu berkisar di tempat yang memiliki mayoritas Muslim saja. Di Bali yang sebagian besar masyarakatnya menganut agama Hindu pun kita masih bisa turut merasakan suasana serupa. Salah satunya adalah di Dusun Wanasari yang terletak di Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara. Desa yang juga disebut Kampung Jawa tersebut akan berubah menjadi lokasi perburuan takjil yang sangat ramai jelang bulan tersebut.

RENDANG Adalah Makanan Khas Daerah Yang Potensial Sebagai Pilihan Usaha

Indonesia memang sebuah negara yang besar. Wilayahnya membentang luas dari Sabang di sisi barat sampai Merauke di sisi timur, dari Miangas di sisi utara hingga Pulau Rote di sisi selatan. Demikian luasnya wilayah negeri ini, tak mengherankan jika memiliki penduduk dengan beragam suku. Bukan sebagai pemisah, nyatanya perbedaan suku tersebut justru melahirkan perbedaan budaya yang menjadi simpul persatuan bangsa.

Whether SALTED FISH is Cheap and Healthy Food?

Salted Fish, a Method of Preserving Fish in Indonesia - Since fresh fish generally very quickly deteriorates, people need to find the fish preservative method to ensure that the fish they caught can be stored for some times and still edible. The method of preserving fish has been known for centuries, usually by drying or salting. Ikan asin is the result of preserving the fish using salt. Although Salted Fish is one of the famous traditional food in Indonesia, this method of fish preserving is…