idarzh-CNenhi

Keripik Emping Melinjo Ternyata Sudah Ada Sejak Satu Abad Yang Lalu

Kekayaan budaya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku rupanya berimbas pula pada kekayaan kulinernya, termasuk makanan tradisional yang disukai hampir semua masyarakat Indonesia, yaitu keripik. Salah satunya adalah keripik emping melinjo, yang rasanya sedikit pahit namun nikmat serta lezat untuk dikonsumsi sebagai snack atau sebagai toping pada beberapa jenis kuliner asli Indonesia, seperti gado-gado, lontong sayur, nasi uduk dan kuning, laksa, dan soto.

 

Makanan tradisional ini hingga saat ini masih diproduksi secara rumahan serta melibatkan banyak pekerja. Pertama-tama biji melinjo disangrai tanpa minyak atau ada pula sentra produksi yang menggunakan pasir pada proses tersebut.

Berikutnya biji melinjo dikupas lalu dipipihkan dengan dipukul-pukul hingga menjadi keripik emping melinjo yang bulat pipih. Proses berikutnya adalah pengeringan di bawah sinar matahari yang memakan waktu seharian pada musim kemarau.

Konon yang pertama kali membuat emping atau keripik emping melinjo adalah masyarakat Desa Ngaliyan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang sekitar 100 tahun yang lalu. Hingga saat ini kawasan tersebut populer sebagai sentra produksi keripik emping melinjo yang di musim lebaran juga kerap muncul bersama aneka makanan ringan modern lainnya.

Seiring perkembangan zaman pengrajin keripik emping melinjo juga semakin menyebar ke berbagai daerah di tanah air, misalnya Serang, Bantul, bahkan hingga ke luar Jawa. Faktanya ada sisi humanis yang dapat diintip dari produksi keripik emping melinjo ini, yaitu sebagai salah satu mata pencaharian bagi ribuan perempuan desa.

Hari-hari mereka diisi dengan bekerja pada sentra-sentra industri emping rumahan demi membantu suami yang umumnya bermatapencaharian petani untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga. Walaupun sudah banyak pilihan aneka snack saat ini, tapi nyatanya melinjo tetap menjadi obyek garapan para wanita untuk mendapatkan tambahan nafkah.

Konon hanya masyarakat Desa Ngaliyan yang dapat membuat makanan tradisional ini dengan baik sehingga pada zaman dulu banyak orang yang berdatangan untuk menimba ilmu tentang pembuatan emping. Orang di luar kawasan tersebut mulai belajar cara membuat keripik emping melinjo sejak tahun 80-an, terutama yang terbanyak adalah masyarakat Bantul mengingat kawasan tersebut adalah penghasil biji melinjo.

Ada kearifan lokal yang terlibat pada proses pembuatan emping ini, karena bagi banyak orang cukup rumit prosesnya walaupun terlihat sederhana. Keripik emping melinjo tak pernah kehilangan popularitasnya di tengah gempuran aneka makanan ringan modern di zaman sekarang ini.

Pada musim lebaran snack yang satu ini tetap jadi idola, baik yang berbentuk kerupuk tipis bercitarasa asin, atau yang berbentuk sedikit tebal dengan tambahan gula merah dan bumbu agar semakin nikmat disantap.

Saat berbelanja ke supermarket kita juga kerap melihat cemilan tradisional ini yang bersanding dengan aneka makanan ringan aneka rasa dengan kemasan alumunium foil. Atau mungkin secara rutin Anda juga kerap berbelanja snack emping melinjo matang atau pun yang masih mentah untuk cemilan keluarga di rumah.

Biji melinjo yang merupakan bahan dasar pembuatan kerupuk melinjo mempunyai nama latin Gnetum gnemon yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk di tanah air. Melinjo bisa tumbuh hingga 20 meter dan menghasilkan biji melinjo. Biji yang sudah tua diolah untuk dijadikan kerupuk emping, tapi biji yang masih muda, ditambah daun serta bunganya dapat diolah menjadi sayur asam yang segar.

Pohon melinjo dengan usia mulai 5 tahun dan berkualitas baik, dapat menghasilkan hingga 50 kg biji melinjo tiap panen. Selain di daerah Batang, kerupuk emping juga diproduksi di Magetan, Klaten, Yogyakarta, Bantul, Kabupaten Kuningan Jawa Barat, Pidie Aceh, hingga Sulawesi. Tak kalah dengan aneka snack lainnya, emping melinjo juga telah diekspor hingga ke kawasan Eropa dan Amerika Serikat.

Butuh Lokasi Untuk Membuka Usaha Kuliner?

  • Dijual Cepat, Sebuah Tempat Usaha Strategis di Banyumanik Semarang
    Banyumanik adalah nama sebuah kecamatan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Banyumanik Semarang terletak di daerah yang sering disebut sebagai kota atas Semarang. Wilayah Kecamatan Banyumanik berada di ketinggian rata-rata 300 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 20-22 derajat Celcius Banyumanik merupakan daerah ekonomi baru…
    Read more...