idarzh-CNnlenms

3 Jenis Sambal Pecok Kacang Panjang, Makanan Khas Sunda Yang Menyehatkan

Masyarakat Sunda memang dikenal sangat menggemari berbagai hidangan sayuran segar sebagai lalapan yang disantap dengan sambal, salah satunya adalah sambel pecok kacang panjang yang berupa campuran bumbu kacang ditambah bahan utamanya sayuran kacang panjang. Dipadukan dengan nasi dan lauk pauk hangat, makanan khas sunda ini dijamin akan meningkatkan selera makan anda.

Bahan baku utama yaitu kacang panjang adalah sayuran yang cukup populer bagi masyarakat Sunda. Selain mudah didapat serta harganya pun terjangkau. Sayuran segar ini dapat diolah menjadi berbagai makanan khas sunda yang lezat sekaligus sehat. Tapi ingat,  Anda perlu membersihkannya dengan cermat agar tidak ada kotoran yang turut termakan.

Sayuran berbentuk panjang ini mengandung beragam nutrisi yang baik bagi tubuh, yaitu vitamin B1 dan B2. Tak hanya itu kacang panjang juga mempunyai kandungan protein, zat besi, fosfor, lemak, serta karbohidrat. Termasuk vitamin C, betakaroten, serta mineral mangan yang penting untuk membebaskan tubuh dari pengaruh buruk radikal bebas. Konsumsi kacang panjang secara teratur juga dapat membantu mengurangi resiko diabetes dan osteoporosis.

Sesuai kebiasaan masyarakat Sunda, resep sambal pecok umumnya terdiri dari cabai rawit hijau, gula merah, serta kacang panjang. Tapi ada pula modifikasi lain dari makanan khas sunda ini yang dapat Anda contek sesuai selera. Simak cara membuatnya berikut ini.

 

 

Resep Makanan Khas Sunda Sambal Pecok 1

Bahan-bahan:

  • 4 buah kacang panjang dipotong kecil-kecil
  • ½ ruas kencur
  • 4 sdm gula merah yang sudah diserut
  • Garam sesuai selera
  • 3 buah cabai rawit (untuk penggemar pedas boleh ditambah)
  • 2 buah cabai merah besar digoreng
  • 2 siung bawang putih digoreng
  • Timun dan kemangi untuk pelengkap

Cara membuat:

Haluskan seluruh bumbu dan bila menurut Anda sudah pas tinggal menambahkan kacang panjang lalu dicampur dengan sambal tanpa perlu menguleknya sampai hancur.

 

 

Resep Makanan Khas Sunda Sambal Pecok 2

Bahan-bahan:

  • 5 buah kacang panjang diiris tipis-tipis
  • 1 ikat kemangi diambil daunnya saja
  • 1 siung bawang putih dibakar
  • 5 buah cabai rawit
  • 1 buah cabai merah besar
  • 1 lembar daun jeruk purut
  • 1 ruas jari terasi dibakar
  • 1 ruas jari kecur dibakar
  • ½ sdt garam
  • ½ sdt gula

Cara membuat:

  1. Cuci sayuran lalu kacang diiris-iris, dan siangi kemangi
  2. Bahan sambal dihaluskan
  3. Masukkan sayur-sayuran serta kacang panjang dan campurkan dengan sambal
  4. Sambal siap dinikmati untuk teman nasi

 

 

Resep Makanan Khas Sunda Sambal Pecok 3

Bahan-bahan:

  • 1 buah mentimun diiris-iris kecil
  • 2 buah kacang panjang diiris-iris kecil
  • 4 buah cabai merah dihaluskan
  • 2 buah cabai rawit merah dihaluskan
  • 3 siung bawang merah dihaluskan
  • 2 siung bawang putih dihaluskan
  • 2 batang kencur
  • ½ potong gula jawa
  • 1 sdt terasi
  • Penyedap dan garam secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya

Cara membuat:

  1. Kacang panjang serta mentimun dicuci sampai bersih lalu dipotong-potong sesuai keinginan Anda.
  2. Berikutnya cara membuat sambal adalah menghaluskan seluruh bahan.
  3. Sayuran yang sudah dipotong-potong kemudian dicampur dengan sambal dan ditaburi bawang goreng.

Sambal pecok sedap disantap dengan nasi hangat serta beragam lauk seperti ayam goreng, ikan goreng, udang, serta jeroan. Menambahkan beberapa sayuran favorit pada masakan khas sunda ini, pasti akan membuat acara bersantap menjadi lebih nikmat, seperti selada, kubis, atau petai. Selamat mencoba!

Butuh Lokasi Untuk Membuka Usaha Kuliner?

  • Dijual Cepat, Sebuah Tempat Usaha Strategis di Banyumanik Semarang
    Banyumanik adalah nama sebuah kecamatan di Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Kecamatan Banyumanik Semarang terletak di daerah yang sering disebut sebagai kota atas Semarang. Wilayah Kecamatan Banyumanik berada di ketinggian rata-rata 300 meter di atas permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 20-22 derajat Celcius Banyumanik merupakan daerah ekonomi baru…
    Read more...