Loading...
 

Aroma Kelapa Dari Makanan Khas Betawi Ini Memang Menggoda

Berbicara soal kuliner di Jakarta memang tak ada habisnya. Di kota metropolitan ini, Anda dapat dengan mudah menemukan aneka jenis kuliner dari lokal hingga mancanegara. Sebagai penduduk asli Jakarta, masyarakat Betawi juga memiliki ragam jajanan yang tak kalah menggugah selera dibandingkan kuliner lainnya di kota ini. Salah satunya adalah kue rangi, makanan khas Betawi legendaris yang kini mulai sukar ditemui.

 

Tak bisa dipungkiri sejumlah makanan khas Betawi memang mulai jarang ditemukan saat ini. Perubahan selera anak muda yang cenderung mengikuti tren disebut-sebut menjadi salah satu penyebabnya. Padahal dari segi harga, jajanan yang satu ini terbilang sangat ramah di kantong untuk ukuran kota Jakarta yang lekat dengan imej serba mahal. Tak hanya itu, satu porsi jajanan ini bahkan bisa membuat perut terasa lebih kenyang.

Kue rangi sendiri terbuat dari parutan kelapa, garam, air, dan tepung sagu/kanji yang dipanggang dengan cetakan. Cetakan yang dipergunakan memiliki bentuk yang cukup mirip dengan cetakan kue bandros atau pancong–yaitu cekungan berbentuk setengah lingkaran. Meski demikian, tanpa cetakan sekalipun kue yang satu ini tetap bisa dimatangkan secara melebar di atas wajan datar. Sebelum disuguhkan, kue ini akan diberi baluran saus gula kental, yang terbuat dari gula merah, air, dan larutan tepung sagu.

Walaupun cetakan kue rangi terdiri dari jajaran lubang yang terpisah, tetapi kue ini biasanya tersaji dalam keadaan menempel satu sama lain. Oleh karenanya, kue rangi tidak dijual dalam bentuk satuan, tetapi dalam bentuk baris.

Kue rangi memiliki cita rasa yang sangat khas, dimana tekstur kelapa yang kasar sangat terasa di lidah. Saat diangkat, bagian bawah kue yang menempel pada cetakan akan berkerak dan memiliki tekstur renyah. Selain itu, perpaduan rasa asin manis antara kue dengan sausnya terasa sangat pas di mulut.

Bahan dan metode untuk membuat kue rangi memang terbilang mudah. Akan tetapi, dibutuhkan racikan yang pas agar bisa menghasilkan kue dengan cita rasa yang lezat. Makanan khas Betawi yang satu ini biasanya dijual menggunakan gerobak. Penjual biasanya baru akan memanggang kue rangi secara dadakan saat ada pembeli. Hal ini bertujuan agar kerenyahannya tetap terjaga. Setelah matang, kue akan diangkat dengan cara ditusuk.

Disebabkan menggunakan kelapa parut, kue rangi terbilang cukup rentan basi.  Oleh karenanya, kue ini sebaiknya harus buru-buru disantap. Dari segi aromanya, tercium samar-samar harum aroma kelapa yang benar-benar bisa membangkitkan selera. Selain itu, saus yang dioleskan pada saat dan sesudah proses pematangan semakin menambah harum makanan ini.

Salah satu kunci kelezatan kue rangi terletak pada metode pematangannya yang menggunakan kayu bakar. Menurut beberapa pedagang, jika pemanggangan dilakukan menggunakan kompor gas akan memberikan aroma kue rangi yang jauh berbeda.

Saat ini kue rangi biasanya masih bisa ditemukan di sejumlah tempat wisata tertentu. Salah satunya adalah di tempat wisata cagar budaya Betawi, Setu Babakan yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Tak hanya kue rangi, di Setu Babakan Anda juga bisa menemukan makanan khas Betawi langka lainnya, seperti kerak telor, laksa, otak-otak, es selendang mayang, dan masih banyak lagi.

Meskipun sudah mulai sulit ditemukan, tetapi nyatanya masih banyak orang yang mencari-cari kue yang satu ini. Kue rangi sangat cocok untuk disantap bersama segelas teh tawar pada sore hari untuk mengganjal perut sebelum menyantap makan malam.

Gilingan Daging Stainless Steel Rp110.000 Per UnitGilingan Daging Stainless Steel Rp110.000 Per Unit
Merek Vipoo, bahan pembuatnya merupakan perpaduan alumunium dan Stainless Steel. Ringan namun kuat dan anti Karat. Untuk menggiling atau menghaluskan: daging, kacang, Ikan, Sayur pasta dan bumbu. Baca selengkapnya...