Loading...

Kolak Ayam, Kolak Tak Biasa Asli Gresik Kota

Kolak adalah hidangan yang biasa dijumpai saat Bulan Ramadhan tiba hampir di seluruh penjuru Indonesia. Makanan berkuah santan ini kerap dijadikan menu pilihan berbuka atau takjil. Kolak pun hadir dengan bahan yang beragam, mulai dari kolak pisang, kolak nangka, kolak ubi, hingga kolak labu. Namun, pernahkan Anda mendengar kolak ayam? Ya, makanan yang satu ini nyata ada. Kolak ayam barangkali bisa dikatakan kolak yang tak biasa, aslinya dari Desa Gumeno, Kecamatan Masyar, Gresik Kota, Jawa Timur.

Sekilas tak ada perbedaan antara beragam kolak yang disebutkan di awal dengan kolak ayam. Kuahnya sama-sama menggunakan santan dan bercita rasa gurih. Namun, satu hal yang mencolok membedakannya adalah bahan utamanya, yaitu ayam.

Tak seperti kolak-kolak pada umumnya yang lazim disajikan pada menu buka puasa atau sebagai makanan hangat saat musim dingin tiba, kolak ayam adalah bagian dari tradisi penting bagi masyarakat Gresik Kota. Sajian ini sudah berusia cukup tua. Konon, kolak ayam sudah menjadi tradisi setiap Ramadhan masyarakat Gresik sejak 5 abad silam.

Dikisahkan bahwa pada sekitar tahun 1540 M, Sunan Dalem, yaitu putra pertama Sunan Giri melakukan dakwah di Desa Gumeno Gresik Kota. Ia kemudian mendadak sakit. Penduduk sekitar dan para santri pun lantas mencoba mencarikan penawar sakitnya. Selanjutnya, pada 22 Ramadhan 946 Hijrah, Sunan Dalem konon mendapatkan petunjuk lewat mimpi ihwal obat penawar sakitnya.

Ia pun kemudian meminta para pria mengumpulkan bumbu-bumbu sesuai yang ada di mimpinya. Bumbu tersebut antara lain: daun bawang merah, gula jawa, jintan, dan santan kelapa. Para santri juga diminta mengumpulkan ayam jago berusia muda. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah menggunakan kuali dari tanah liat, dengan api dari kayu bakar.

Terkait proses memasak tersebut, Sunan Dalem konon pernah berpesan agar hanya dilakukan oleh pria Gresik Kota yang dewasa saja. Aturan memasak itu bisa dipahami, mengingat bahwa, perempuan dewasa memiliki masa halangan atau mentruasi, yang menyebabkan tidak bisa datang ke masjid. Padahal proses memasak dilakukan di areal masjid. Setelah proses masak memasak selesai, Sunan Dalem pun meminta warga membawa nasi dan ketan dari rumah masing-masing untuk berbuka bersama di masjid.

Sunan Dalem pun berpesan agar mengulang kegiatan ini setiap malam 23 Ramadhan, hingga menjadi tradisi. Hebatnya, tradisi Kolak Ayam terus bertahan dan dilestarikan olah masyarakat Desa Gumeno Gresik Kota hingga saat ini.  Meski kini ayam potong lebih mudah dijumpai, Kolak Ayam tetap diolah sama seperti aslinya yaitu menggunakan ayam kampung.

Biasanya warga Desa Gumeno patungan untuk membeli bahan baku Kolak Ayam, karena porsi yang harus disiapkan juga cukup banyak. Dan terus meningkat setiap tahunnya. Kolak Ayam bukanlah olahan makanan biasa, ada makna yang dalam yang bisa dikaji.

Kolak Ayam berasal dari Bahasa Arab, yaitu Kholaq al-ayyam yang memiliki makna mencari berhari-hari. Hal ini dambil dari peristiwa pencarian obat penawar sakit yang dilalui selama berhari-hari oleh Sunan Dalem.

Terlepas dari keunikan rasa dan nama yang melekat pada makanan tersebut, hadirnya menu Kolak Ayam sekali lagi menjadi bukti bahwa penyebaran agama Islam di Nusantara menggunakan cara-cara lokal, sehingga lebih mudah dicerna oleh masyarakat sekitar termasuk yang berada di Gresik Kota.

BIR KOTJOK, Minuman Ini Pada Awalnya Hanya Disajikan Pada Acara Pernikahan

Selain terkenal dengan curah hujan yang tinggi, kota Bogor juga dikenal sebagai kota dengan segudang makanan unik. Melakukan wisata kuliner Bogor pun kian dinikmati oleh para pendatang yang berkunjung ke kota ini. Salah satunya adalah mencari bir halal, minuman segar murah yang cukup terkenal seantero kota. Uniknya, walaupun disebut sebagai bir, minuman pemberi rasa hangat ini sama sekali tidak mengandung alkohol.

Citarasanya Nendang Banget! MAKANAN Khas Minang Kabau ini Wajib Dicoba

Apabila membicarakan tentang kuliner Sumatra Barat atau Padang, makanan apa kira-kira yang terbayang dalam benak Anda? Rendang dan dendeng sudah biasa! Lalu? Ya, Tanah Minang Kabau rupanya menyimpan kekayaan kuliner yang begitu beragam. Bukan dua makanan itu saja yang rasanya mampu membuat lidah bergoyang tiada henti, melainkan ada sejumlah jajajan Ramadhan khas Minang yang rasanya tak kelah menggugah selera. Beberapa diantaranya bahkan cocok digunakan sebagai menu berbuka puasa.

LUMPIA BASAH, Makanan Enak di Bogor Yang Dipengaruhi Kebudayaan Tionghoa

Kota yang terletak di wilayah Pulau Jawa bagian barat ini juga lekat dengan kemahsyuran beragam makanan khas yang sering dicari secara online dengan keyword "jajanan enak di Bogor". Nah, jika kebetulan Anda mampir ke Bogor dan sedang mencari referensi panganan untuk disantap di lokasi atau bahkan dibawa pulang sebagai buah tangan, mampirlah ke kedai Lumpia Basah Suryakencana.