"LUMPIA BASAH" Suryakencana

"Tidak digulung dan digoreng, itu sebabnya disebut lumpia basah."

Bogor tidak hanya terkenal dengan julukan Kota Hujan-nya, kota yang terletak di wilayah Pulau Jawa bagian barat ini juga lekat dengan kemahsyuran beragam kulinernya yang lezat dan menggugah selera. Nah, jika kebetulan Anda mampir ke Bogor dan sedang mencari referensi panganan untuk disantap di lokasi atau bahkan dibawa pulang sebagai buah tangan, mampirlah ke kedai Lumpia Basah Suryakencana.

Lumpia, jajanan berbalut kulit dari tepung, berisi rebung atau bambu muda dengan cincangan daging udang ini memang biasanya ditemui di Kota Semarang. Lalu apa sih yang membedakan lumpia khas Semarang dengan yang lumpia basah Suryakencana yang ada di Bogor? Tentu saja isi dan penyajiannya.


Asal Mula Lumpia Basah Suryakencana

Lumpia yang satu ini sendiri memang berasal dari Semarang, yakni sekitar tahun 1970-an yang dijajakan di kawasan pecinan Semarang. Nah, salah satu penggagasnya adalah nenek dari Ernes (Ernes adalah nama cucu dari generasi ketiga yang menjual lumpia Bogor sejak 1972 silam).

Meski dari segi tampilan berbeda, baik lumpia Semarang maupun Bogor sama-sama dipengaruhi oleh kebudayaan Tionghoa yang cukup kuat. Maka tidak mengherankan kalau perkembangan pesat kuliner gurih yang satu ini dimulai dari kawasan pecinannya.

Semakin ke sini, pamor lumpia Bogor pun kian naik. Sekarang jajanan yang satu ini bisa dengan mudah ditemui di mana-mana, di kantin sekolah, di jalanan, di rumah makan, bahkan di restoran-restoran besar. Namun yang tertua dan masih cukup eksis keberadaannya hingga sekarang hanya Lumpia Bogor Surya Kencana, kedai lumpia khas Bogor milik keluarga Ernes.


Apa Bedanya Lumpia Bogor dengan Lumpia Semarang?

Di awal tadi sudah sedikit disinggung mengenai perbedaan lumpia Bogor dan Semarang, yaitu pada penampilannya. Kalau lumpia Semarang umumnya berisi rebung, telur, dan cacahan udang, lumpia Bogor biasanya diisi dengan cacahan bengkuang, taoge, tahu, ebi giling, serta telur.

Rahasia lain yang membedakan lumpia Bogor Suryakencana dengan lumpia lain adalah cara memasaknya yang tidak biasa. Selain tidak menggunakan penyedap apa pun dalam masakan, Ernes juga masih memanfaatkan arang sebagai media untuk memasak lumpia buatannya. Cara memasak tradisional seperti ini memang warisan turun-temurun dari neneknya. Bahkan lumpianya tidak digulung dan digoreng, tapi disajikan di atas adonan kulit pisang, karenanya lumpia ini disebut lumpia basah.

Selain menjaga resep dan kualitas, Ernes sendiri mengaku kalau salah satu rahasia yang membuat lumpianya banyak disukai orang adalah kulit lumpia yang dibuat oleh keluarganya sendiri menggunakan adonan telur dan mentega. Kulit ini tidak sama dengan yang tersedia di pasar yang kebanyakan tidak gurih dan kurang lezat ketika diolah.

Dalam satu hari, pemilik Lumpia Basah Suryakencana mengaku bisa melayani hingga 300 sampai 400 porsi, dengan harga satu porsi Rp12.000,00 saja. Atau mau membeli kulitnya saja untuk berkesperimen di dapur rumah? Boleh, banyak juga lho ibu-ibu yang membeli kulitnya saja untuk membuat aneka makanan di rumah.

Nah, jika Anda tertarik mencicipi kuliner Bogor yang satu ini, datanglah ke gerobak hijau lumpia ini yang terletak di depan Ngo Hiang, Jalan Suryakencana no 307, Bogor, pukul 9 pagi sampai 6 sore saja. Ketika tiba di lokasi, Anda akan langsung disambut dengan aroma lezat lumpia basah yang super menggiurkan.

 

Selamat mencoba!

Hashtag

Info tambahan

  • Nama: "LUMPIAH BASAH" Suryakencana
  • Nama Lain: Lumpia Pak Alen
  • Alamat: Jalan Suryakencana no 307, Bogor (Depan Kedai Ngoh Hiang)
  • Jam Buka: 09.00 - 06.00