"BAKSO URAT" Boboho

"Sensasi citarasa daging yang empuk berpadu dengan cacahan urat yang kenyal ketika dikunyah."

Pernah mendengar nama Boboho? Eits… Boboho yang dimaksud bukan judul film Mandarin tahun 90-an, melainkan Bakso Urat Boboho yang merupakan salah satu wisata kuliner Bogor. Jika Anda baru mengunjungi Bogor, sempatkan untuk mampir di kedai bakso tersebut.  Tapi, ssst… bisa ketagihan!

Tidak sulit menemukan kedai tersebut. Lokasinya berada di kawasan sentra kuliner, yakni Jalan Bangbarung Raya, Bantarjati. Tanyakan saja pada warga sekitar, mereka pasti mengetahui lokasi Bakso Urat Boboho. Maklum, popularitasnya setara dengan kedai bakso tersohor lainnya. Kedai dibuka mulai pukul 09.00 – 19.00. Pengunjung pun tidak berhenti berdatangan, mulai dari warga yang tinggal di sekitar Jalan Bangbarung, anak sekolahan, sampai para pelancong.

Sayangnya, tempatnya terlalu kecil sehingga terasa gerah jika disesaki pengunjung. Tapi, mereka tetap rela duduk berdesak-desakan demi menyantap semangkuk bakso urat yang lezat. Selain menu bakso urat, ada pula mi yamin. Namun, tentu saja, menu unggulan adalah bakso urat yang selalu diincar para pembeli. Menghirup aroma yang mengepul dari panci di gerobaknya saja sudah menerbitkan air liur, apalagi menyantapnya. Ditambah lagi, saat itu hujan mulai turun dan semakin menggugah selera makan para pengunjung.

Akhirnya, semangkuk bakso urat tersaji di atas meja. Terdapat sebiji bakso urat berukuran jumbo, 4 biji bakso urat berukuran sedang, 5 potong tetelan lemak, mi kuning dan mi putih, ditaburi dengan bawang goreng dan seledri. Supaya lebih nikmat, tambahkan sesendok sambal. Sebelum menggigit baksonya, seruput dulu kuahnya yang berwarna kecokelatan. Sedap nian! Rasa gurihnya kaldu dan pedasnya sambal mengalir hangat di tenggorokan.

Selanjutnya, rasakan kenikmatan bakso uratnya yang berukuran jumbo. Nyamm… dagingnya terasa empuk dan cacahan urat membuatnya terasa kenyal ketika dikunyah. Sementara itu, bakso ukuran sedang memiliki tekstur yang lebih halus karena jalinan uratnya lebih sedikit. Rasa gurih di lidah belum berakhir tatkala mulai mengunyah gorengan berbentuk kotak. Gorengan tersebut tidak terbuat dari tepung, melainkan terbuat dari tetelan. Jadi, itu adalah tetelan atau gorengan?

Jawabannya adalah lemak sapi yang digoreng hingga kering. Teksturnya garing dan renyah ketika dikunyah. Hanya ada dua kedai bakso di Bogor yang menyajikan tetelan lemak goreng, yaitu Bakso Boboho dan Bakso Seuseupan. Sekalian saja, deh, pesan mi yamin. Mi tersebut tidak disiram dengan kuah. Hanya berupa mi goreng yang ditaburi dengan bawang goreng. Namun, cita rasa bumbunya tetap mampu menggoyang lidah.

Sebagai pelepas dahaga, Anda bisa memesan menu minuman yang cukup bervariasi. Ada es teh, es jeruk, es jeruk kelapa, es teler, es campur, dan aneka jus. Lengkap banget, kan! Anda tinggal memilih minuman yang paling cocok untuk membasuh rasa gurih di lidah. Kalau saya lebih memilih es jeruk kelapa. Helaian daging buah kelapa dicampur ke dalam perasan jeruk. Segarnya bukan main!

Jika memilih es teler, siap-siap dimanjakan dengan rasa segar dan manis yang pas. Potongan buah nangka, alpukat, dan serutan kelapa muda, ditimbun dengan es serut yang diguyur sirup merah dan susu kental manis. Mantap! Seporsi mi bakso urat dibanderol dengan harga Rp15.500,00, sedangkan mi yamin seharga Rp11.000,00. Es jeruk kelapa dan es teler dihargai Rp11.000,00, sama halnya dengan harga aneka jus. Oh ya, harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Bagi pelancong yang ingin berburu wisata kuliner Bogor, jangan lewatkan Bakso Urat Boboho. Kecuali, jika Anda yakin mampu melewatkan bakso urat yang gurih nan kenyal, serta tetelan lemak goreng yang renyah seperti kerupuk.

Hashtag