Kerupuk Sayur, Nikmat dan Bergizi

Makanan tradisional di Indonesia sudah mengalami banyak perubahan, salah satunya adalah bahan baku yang makin bervariasi. Salah satunya adalah kerupuk, jika biasanya kerupuk adalah berbahan dasar kulit sapi atau kulit kerbau, kemudian bertambah menjadi kerupuk yang terbuat dari tepung kanji atau yang terbuat dari tepung sagu. Uniknya lagi, sekarang juga ada kerupuk sayur yang membuat khazanah kuliner Indonesia semakin kaya.

Kerupuk sayur terbuat dari aneka sayuran, biasanya yang memiliki warna khas dan rasa yang juga khas. Selain memiliki citarasa yang unik, kandungan vitamin dan mineral yang ada di dalamnya juga bervariasi, sehingga orang yang mengonsumsi kerupuk tersebut tak hanya mendapatkan sensasi kriuknya yang lezat namun juga mendapatkan khasiatnya.

Beberapa jenis sayur yang bisa dijadikan kerupuk adalah: Sawi, Bayam hijau dan bayam merah, Kentang, Ubi kuning dan ubi ungu, Jagung, Buncis, Wortel, Jamur, Brokoli, Kacang panjang dan Daun turi. Adapun cara membuatnya adalah dengan mencelupkan bahan-bahan tersebut ke dalam adonan tepung yang sudah berempah untuk kemudian digoreng sampai matang. Namun ada juga yang melumatkan sayuran tersebut untuk kemudian dicampur dengan adonan yang dikukus, kemudian diiris tipis dan dijemur. Setelah adonan tersebut digoreng sampai matang dan bisa langsung dikonsumsi.

 

 

Sejarah Kerupuk Sayur

Kerupuk sayur lahir dari kekhawatiran kaum ibu dari anak-anak yang tidak doyan sayuran, atau hanya doyan satu jenis sayuran saja. Sementara kita semua tahu jika anak-anak sedang di dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan asupan vitamin serta mineral yang lengkap. Semua itu bisa didapatkan dalam sayuran. Lalu bagaimana jika anak malah tidak menyukai sayur?

Kerupuk sayur pun menjadi solusi, dimana anak-anak tetap bisa mendapatkan kekayaan vitamin dan mineral dalam sayur dengan bentuk yang lebih menarik yakni kerupuk. Di Jambi, sejak tahun 2007 silam ada usaha rumahan yang digagas oleh Andayani yang asli Bangka. Terinspirasi dari kerupuk sayur tradisional dan masih agak sulit dicari, maka ia meraih peluang usaha tersebut dan menjalankannya hingga saat ini dengan omzet mencapai puluhan juta Rupiah dalam satu bulan.

Salah satu UKM lainnya yang berkonsentrasi pada produksi kerupuk sayur berada di Lumajang, Jawa Timur. Usaha rumahan tersebut dimulai sejak tahun 2009 silam, melewati berbagai uji coba dan perbaikan resep hingga akhirnya kerupuk sayur siap untuk dipasarkan. Ana Dwi Santi dan Suparman, sepasang suami istri yang memproduksi sendiri kerupuk sayur bertempat tinggal di Desa Pasirian, Kecamatan Pasirian, Lumajang.

Saat itu, olahan dari sayur belum booming seperti saat ini. rata-rata hanya membuat olahan makanan tradisional sayur saja seperti sup, tumisan dan lalapan saja.  Saat muncul olahan baru dengan bentuk kerupuk, sudah tentu masyarakat mendapatkan kekayaan kuliner baru dan tertarik untuk mencoba. Karena rasanya yang unik dan tak langu seperti kebanyakan sayuran mentah, masyarakat gemar mengonsumsi sayur dalam bentuk kerupuk ini.

Terlebih masyarakat Indonesia memang sudah menggemari kerupuk sejak abad ke 9 Masehi silam, tercantum dalam Prasasti Batu Pura, di mana ada kata kerupuk rambak alias kerupuk kulit sapi atau kerbau yang disangrai supaya mengembang dan renyah. Perkembangannya pesat sampai-sampai muncul berbagai variasi rasa dan pengolahannya. Masyarakat mancanegara juga sampai melihat kerupuk ini sebagai makanan tradisional yang wajib hadir melengkapi kuliner Nusantara.

Item terkait

Tokoh Dan Kuliner

Penawaran

Serba Serbi Kuliner

FoodMania

  • Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java
    Peuyeum, Fermented Cassava from West Java - Indonesia has several delicious fermented foods, one of which is peuyeum. It is fermented cassava usually eaten as snacks. Although it is a traditional West Javanese snack, similar food also is known in other parts of Java but it is called Tape.
    Read more...

Pojok Dapur

Tips dan Trik Mengolah Daging Sapi yang Sering Diabaikan Orang

 

Tips dan Trik Mengolah Daging Sapi yang Sering Diabaikan Orang

Daging sapi merupakan salah satu daging yang sering dikonsumsi oleh orang Indonesia selain daging ayam. Sayangnya, banyak orang ternyata mengabaikan beberapa tips dan trik mengolah daging sapi yang benar, padahal hal ini dapat berpengaruh terhadap citarasa daging ketika dimasak nantinya.

Oleh karena itu, sangat disarankan agar anda tahu pasti perlakukan seperti apa yang sebaiknya diberikan pada daging sapi agar memiliki kualitas yang baik. Lalu, apa saja sih cara pengolahan daging sapi yang sering diabaikan orang?

Baca selengkapnya...

Cari Kuliner Kesukaanmu Disini