Kerupuk Tulang Ikan Sehat Berkat Kandungan Calcium

Ada beragam makanan tradisional yang dijadikan sebagai makanan ringan. Salah satunya yang banyak dikenal adalah kerupuk tulang. Apakah Kamu termasuk penggemar dari kerupuk tulang? Nah, meskipun aneka makanan ringan sekarang ini banyak bermunculan, namun kerupuk tulang tetap mempunyai banyak penggemar. Setiap kerupuk mempunyai komposisi yang berbeda-beda. Berikut akan dijelaskan mengenai komposisi dan cara membuat kerupuk tulang ikan. Jadi simak ya!

Komposisi Kerupuk Tulang

Kerupuk tidak hanya dibuat dari bahan tepung nabati saja lho. Tapi ada juga kerupuk yang terbuat dari tulang hewan seperti ikan. Meskipun terdengar sedikit aneh, sudah banyak orang yang berhasil membuat kerupuk tulang ikan dengan rasa yang renyah dan nikmat. Kandungan gizi dan kalsium dari tulang ikan tentunya lebih banyak jika dibandingkan dengan kerupuk lainnya yang dibuat dengan bahan tepung nabati.

Aneka snack berbahan dasar tulang ikan memiliki komposisi bahan yang beragam tergantung keinginan. Namun komposisi yang seimbang akan membuat kerupuk yang dihasilkan menjadi enak. Ada beberapa komposisi kerupuk tulang yang secara umum digunakan.

 

Bahan utama:

  • Tepung tulang ikan.
  • Tepung tapioka

 

Bahan tambahan.

  • Penyedap rasa.
  • Soda kue.
  • Garam.
  • Gula halus.
  • Air Secukupnya.

 

 

Cara Membuat Kerupuk Tulang Ikan

Setiap makanan tradisional memiliki proses pembuatan yang berbeda-beda. Begitupun dengan aneka makanan ringan maupun aneka snack yang berbentuk kerupuk seperti kerupuk tulang ikan. Bagaimanakah tulang ikan bisa dijadikan kerupuk? Wah unik ya. Untuk lebih jelasnya, berikut ada penjelasan singkatnya:

 

 

1. Pembuatan Tepung Tulang Ikan

Pada saat pembuatan tepung yang berasal dari tulang ikan, Kamu perlu mencuci bersih tulang ikannya. Kemudian rendamlah dengan cuka selama waktu sehari semalam, lalu mencucinya dengan bersih dan mengukusnya dengan minimal waktu selama 1 jam. Penjemuran tulang hingga kering bisa dibawah sinar matahari atau bisa juga memakai oven. Setelah kering, tulang ikan tersebut digiling hingga halus dan akhirnya menjadi tepung yang siap untuk dipakai.

 

 

2. Pembuatan Tajin Kerupuk

Lumatan ikan dengan tepung tapioka pada proses pengolahan kerupuk memiliki perbandingan sebesar 1:4. Tepung dengan jumlah sebanyak 10% dari jumlah tepung yang sudah ditentukan diambil dandilarutkan dalam air dingin hinggalarut. Panaskan air dengan jumlah ±50 % dari total jumlah tepung serta lumatan tulang ikan yang akan dipakai hingga mendidih.

Setelah itu tuang air panas tersebut dengan perlahan ke dalam tepung yang telah dilarutkan sambil mengaduknya cepat hingga larutan tepung menjendal menyerupai lem putih. Pada saat larutan sudah mulai menjendal,hentikan proses penambahan air.

 

 

3. Pembuatan Adonan Kerupuk

Lumatan tulang ikan dicampurkan ke dalam tajin dan aduk. Kemudian tambahkan bumbu dan tepung tapioka sedikit demi sedikit serta aduk hingga homogen. Penambahan tepung dilakukan hingga adonan tidak lengket di tangan jika dipegang.

 

 

4. Pencetakan Kerupuk

Cetak adonan sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

 

 

5. Pengukusan Kerupuk

Proses pengukusan dilakukan selama waktu 30 menit dan sampai benar-benar matang. Kemudian kerupuk didinginkan selama 12 jam pada suhu ruangan. Tujuannya yaitu untuk membuat kerupuk menjadi keras serta mudah ketika proses pemotongan.

 

 

6. Pemotongan dan Pengeringan Kerupuk

Kerupuk sudah siap untuk dipotong-potong jika sudah kering. Lalu lakukan proses pengeringan dengan memakai para-para hingga benar-benar terlihat kering. Keringnya kerupuk tergantung dari intensitas matahari.

 

 

Jadi, meskipun aneka makanan ringan atau aneka snack sekarang ini banyak mengalami perkembangan, namun makanan tradisional kerupuk tulang juga masih banyak memiliki penggemar. Selain memiliki rasa yang lezat, kerupuk tulang juga memiliki harga yang terjangkau lho.

Item terkait

Tokoh Dan Kuliner

Penawaran

Serba Serbi Kuliner

FoodMania

  • Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java Peuyeum, Fermented Delicacies for West Java
    Peuyeum, Fermented Cassava from West Java - Indonesia has several delicious fermented foods, one of which is peuyeum. It is fermented cassava usually eaten as snacks. Although it is a traditional West Javanese snack, similar food also is known in other parts of Java but it is called Tape.
    Read more...

Pojok Dapur

Tips dan Trik Mengolah Daging Sapi yang Sering Diabaikan Orang

 

Tips dan Trik Mengolah Daging Sapi yang Sering Diabaikan Orang

Daging sapi merupakan salah satu daging yang sering dikonsumsi oleh orang Indonesia selain daging ayam. Sayangnya, banyak orang ternyata mengabaikan beberapa tips dan trik mengolah daging sapi yang benar, padahal hal ini dapat berpengaruh terhadap citarasa daging ketika dimasak nantinya.

Oleh karena itu, sangat disarankan agar anda tahu pasti perlakukan seperti apa yang sebaiknya diberikan pada daging sapi agar memiliki kualitas yang baik. Lalu, apa saja sih cara pengolahan daging sapi yang sering diabaikan orang?

Baca selengkapnya...

Cari Kuliner Kesukaanmu Disini