Loading...

Belut Kering Rp115.000* Per Ikat

Belut sawah, asli Piladang Payakumbuh, lezat dan gurih, tanpa pengawet

Per ikat isi 50 ekor, Ongkir Rp9.000/Kg

Pesan: WA ke 082387330777

Dikirim dari Bogor

*Harga dapat berubah sewaktu-waktu

.....................

Belut adalah jenis ikan yang biasa hidup di rawa dan sawah. Bentuk tubuhnya yang licin dan panjang mirip ular, membuat  tidak semua orang suka mengonsumsinya. Padahal jika diolah dengan benar, belut adalah lauk yang sedap disantap bersama nasi. 

Di daerah Kerinci, kelezatan belut sawah bahkan mengalahkan ikan semah. Tak heran, orang Kerinci yang lama di rantau, suatu saat sangat merindukan sambal belut. Umumnya dimasak dalam kondisi kering setelah dijemur pada terik matahari.  Konon kabarnya, Belut Kerinci terkenal lezat dibandingkan belut daerah luar.

Ciri khas Belut Kerinci dibandingkan dengan belut daerah lain adalah ukurannya kecil, dengan panjang berkisar antara 25-50 cm. Kalau ada yang lebih besar, boleh jadi dipasok dari luar Kerinci dan bukan belut sawah. Dijual murah pun, kurang dilirik oleh konsumennya.

Di Kerinci, belut ditangkap dengan alat dari bambu yang disebut "lukah". Pada alat ini, nantinya akan dimasukkan umpan berupa cacing tanah yang telah dicincang. Para penangkap belut akan memasang Lukah pada sore hari, dengan cara dibenamkan dalam lumpur sawah. Penempatannya dipilih pada lokasi-lokasi yang diyakini sebagai lintasan atau sarang belut, dan didiamkan satu malam.

Pada esok paginya, Lukah diangkat dan belut yang terperangkap didalamnya dikeluarkan untuk dicuci bersih dan dijemur. Pada jaman dahulu, mayoritas penangkap belut adalah emak-emak. Hasilnya tidak main-main, dari hasil menangkap belut saja, banyak dari mereka yang berhasil menyekolahkan anak-anaknya ke perguruan tinggi di luar daerah. Padahal, sebagian emak tersebut hidup menjanda.

Belut memang menjadi bagian dari kehidupan keluarga di Kerinci. Selain sedap, belut disebut sebagai ikan dengan kandungan nilai gizi yang tinggi. Sayangnya, harga belut di Kerinci sangat mahal. Dari dahulu sampai sekarang, dalam kondisi kering per kilonya mencapai tiga kali harga daging sapi.

Terlebih pada musim kemarau seperti saat ini, dimana banyak sawah yang mengalami puso. Menurut Aswadi salah seorang pencari belut, populasi belut sawah menurun drastis semenjak petani menggarap sawah pakai mesin bajak. Diperparah dengan penggunaan pupuk dan bahan kimia lainnya seperti pestisida dan insektisida.

Dahulu, ketika musim hujan dan air danau meluap ke sawah, belut-belut menggelepar ke permukaan air. Sangat mudah ditangkap dengan mengunakan alat seadanya. (kompasiana.com)

Gilingan Daging Stainless Steel Rp110.000 Per UnitGilingan Daging Stainless Steel Rp110.000 Per Unit
Merek Vipoo, bahan pembuatnya merupakan perpaduan alumunium dan Stainless Steel. Ringan namun kuat dan anti Karat. Untuk menggiling atau menghaluskan: daging, kacang, Ikan, Sayur pasta dan bumbu. Baca selengkapnya...